4 Polisi Terluka Saat Bentrok di RSUD Tebing Tinggi

Penyerang polisi di RSUD Tebing Tinggi dilumpuhkan
Penyerang polisi di RSUD Tebing Tinggi dilumpuhkan

POJOKSATU.id, TEBING TINGGI – Sebanyak empat polisi mengalami luka-luka akibat diserang massa di Sumatra Selatan (Sumsel).


Empat polisi yang menjadi korban pembacokan dan pengeroyokan yakni Ipda Arsan Pajri, Bripda Darmawan, Bripda Teja Apriaga, dan Briptu Agus.

Kejadian bermula saat anggota Polsek Ulu Musi hendak melakukan penggerebekan di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (31/7) sekitar pukul 16.30 WIB.

Beberapa anggota Polsek Ulu Musi berangkat ke Desa Tanjung Raman karena adanya laporan polisi terkait perkara pengancaman terhadap 3 orang anggota LSM.


Bripka Darmawan

Ada 4 anggota Polsek Ulu Musi yang berangkat, yakni Ipda Arsan Fajri, Aipda Darmawan, Briptu Ilham dan Bripka Suhardi.

Mereka terlebih dahulu ke Talang Rabu, Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam untuk menemui pelaku, namun menemuka terlapor.

Kemudian anggota ke cam PT milik H Abeng, juga tidak ada. Anggota mendapat informasi pelaku ada di kuari di Desa Tanjung Raman.

Tiba di dekat Jembatan Sungai Air Deras, Desa Tanjung Raman, polisi melihat ada salah satu pelaku pengancaman tersebut dengan rombongan teman-temannya kurang lebih 8 orang.

Ipda Arsan Fajri

Anggota polisi turun dari mobil dan menemui pelaku untuk negosiasi. Ketika Ipda Arsan menyalurkan tangan untuk bersalaman, tiba-tiba rombongan tersebut mengeluarkan pisau dan diarahkan ke Ipda Arsan.

Bripka Darmawan sempat berkata kepada rombongan tersebut jika dirinya polisi dan meminta rombongan itu jangan arogan.

Tapi rombongan tersebut langsung menyerang dan mengarah ke Ipda Arsan dan Bripka Darmawan dengan menggunakan sajam.

Saat diserang Darmawan tersandung kayu dan tertelentang, lalu ditusuk 2 orang pakai sajam ke arah perut sebanyak 2 kali dan di leher sekali.

Darmawan sempat menangkis menggunakan tangan sebelah kiri lalu mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah paha pelaku yang menusuknya. Satu pelaku terjatuh dan satunya berusaha mundur.

Kemudian Darmawan berdiri dan datang lagi 3 orang, lalu Darmawan mengeluarkan tembakan kearah pelaku lagi sebanyak 1 kali dan mengenai satu orang pelaku.

Bripka Teja Apriaga

Ketika Darmawan hendak menuju ke mobil melihat Bripka Suardi jauh dari para pelaku dan Ipda Arsan sedang dikeroyok.

Darmawan menjerit berkata kepada Bripka Suardi untuk menolong Ipda Arsan. Suardi mengeluarkan tembakan ke arah pelaku, lalu Arsan langsung berlari kearah mobil.

Setelah di mobil rombongan pelaku tersebut mendekat ke arah mobil tetapi Darmawan kembali mengarahkan senjata ke arah rombongan pelaku tetapi tidak mengeluarkan tembakan.

Saat itu juga ada lemparan batu ke arah belakang mobil. Lalu Darmawan bersama Ipda Arsan dan Bripka Suardi langsung melarikan diri ke arah Pendopo dengan posisi tangan Darmawan terluka, Ipda Arsan luka tusuk di bagian perut dan Bripa Suardi tidak mengalami luka.

Pelaku yang melakukan penyerangan terhadap anggota polisi tersebut yakni Irwanto (17) warga Desa Tanjung Raman, Erwan (30) dan Erwin (30) warga Desa Tangga Rasa.

Briptu Agus

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah kejadian itu kedua anggota dibawa ke RSUD Tebing Tinggi.

“Tiba-tiba, sekitar pukul 21.00 WIB, ada massa dua truk, sekitar 50 orang datang ke RSUD,” katanya.

Massa yang datang langsung mencari anggota yang berjaga dan melakukan penyerangan secara brutal.

Akibatnya, dua anggota polisi kembali mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke Polres Empat Lawang.

“Mereka menyerang pakai pedang dan kecepek (senjata api rakitan). Semua anggota yang berjaga di rumah sakit mereka serang,” katanya.

Setelah mendapat laporan tersebut, anggota yang dirawat dan terluka pun langsung dibawa ke Polres. Sementara itu, kondisi di lokasi RSUD masih coba dikendalikan.

“Kondisinya masih kondusif sementara. Kami masih siaga,” kata Kapolres tegas.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengepungan. Bahkan ada beberapa pelaku yang diamankan dan ditembak karena dinilai membahayakan.

“Ada kita tindak tegas (ditembak), tetapi ada juga yang diamankan karena cukup membahayakan,” tukasnya.

(eno/sumeks/pojoksatu)