Calon Menteri Golkar Sidah di Kantong Airlangga Hartarto, Siapa saja?

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai buka puasa bersama di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai buka puasa bersama di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Deretan calon menteri dari Partai Golkar yang akan disodorkan kepada Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah di kantong Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Demikian disampaikan Ketua DPP Parai Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Dengan begitu, deretan nama-nama itu hanya tinggal menunggu waktu untuk diserahkan kepada Jokowi.

“Nama-nama tersebut sudah ada di kantong Ketua Umum Partai Golkar, Pak Airlangga Hartarto,” beber Ace.


Menurutnya, nama-nama tersebut dianggap sudah memenuhi kriteria sebagaimana yang diminta Jokowi.

“Presiden Jokowi meminta kepada Partai Golkar untuk mengisi portofolio kabinet yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya, tentu kami memiliki kader-kader untuk mengisi portofolio yang dikehendaki beliau,” jelasnya.

Lebih jauh, Ace yakin, Presiden memiliki penilaian obyektif dalam memilih calon-calon pembantunya di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jili II mendatang.

Selain itu, ia yakin Jokowi sangat paham apa-apa yang dibutuhkan bangsa ini.

“Presiden Jokowi tentu tahu mengetahui mana figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan manajerial dan bertindak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang perlu diambil keputusannya,” tuturnya.

Karena itu, kendati sudah menyiapkan sederet nama-nama calon menteri, Partai Golkar disebutnya tidak akan melakukan intervensi apapun.

Sebab, yang paling tahu kebutuhan dan pas atau tidaknya menduduki jabatan menteri, tentu Presiden sudah mengetahuinya.

“”Soal kabinet itu hak preogratif Pak Jokowi untuk menentukan komposisi dan figur yang dibutuhkan untuk bekerja sesuai dengan visi, misi dan program yang telah dirumuskan dalam nawacita jilid kedua,” pungkasnya.

(ruh/pojoksatu)