Tak Ada Menteri dari Bali, Koster: Menang Mutlak Masak Nggak Dapat?

Wayan Koster
Wayan Koster

POJOKSATU.id, BALI – Beredarnya susunan Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024 di media sosial khusus group Whatsapp mengagetkan banyak orang.

Dalam susunan tersebut, terdapat lambang garuda berwarna emas yang membuat surat itu sangat meyakinkan disertai dengan judul “Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024”.

Yang menjadi pertanyaan, dari nama-nama tersebut tidak ada menteri dari Bali. Entah dari mana sumbernya, susunan tersebut belum tentu kebenarannya. Bahkan, Tim Kampanye Nasional (TKN) menyebut hoax.

Ketua DPD PDIP Perjuangan Bali Wayan Koster pun tidak yakin dengan susunan menteri yang beredar saat ini.


Ia mengatakan, susunan itu buatan orang yang tidak jelas. Koster meminta masyarakat percaya.

Koester yakin akan ada orang Bali yang duduk di jajaran menteri Jokowi-Ma’ruf Amin 2019-2024.

“Ada (orang Bali), menang mutlak masak nggak didapat. Yang kalah saja dapat,” ucap Koster usai rapat di Kantor DPRD Bali, kemarin.

Untuk sosok calon menteri dari Bali, Koster mengakui sedang melihat-lihat siapa yang cocok.

Menurutnya, calon menteri dari Bali tentunya harus memiliki kompetensi dan profesional yang memadai sebagai anggota dalam kabinet.

Koster menyatakan pihaknya tidak dalam posisi mengusulkan, tapi hanya memberikan pertimbangan.

Ia menambahkan, calon menteri dari Bali yang akan masuk dalam jajaran pembantu presiden adalah representasi dari partai PDIP, orang partai, afiliasi dengan partai PDIP dan profesional.

“Iya dong, masa yang lain (partai lain). Kan ketua DPD,” tutur Gubernur Bali tersebut.

Menurut pejabat asal Sembiran, Buleleng ini, yang duduk di kursi menteri nanti tidak harus pariwisata.

Saat ini pihaknya masih melihat-melihat dulu dari para profesional yang ada di pulau Dewata ini untuk mencari yang layak.

Mungkin ada di bidang budaya, pertanian, kesehatan dan banyak lagi. Dia mengakui banyak ahli dari Bali yang layak menjadi menteri.

“Jangan fokus pariwisata, gitu,” tukasnya.

Saat ditanya apakah ada sinyal dari Ketua Umum Megawati? Koster menjawab belum.

Sebab pelantikan presiden dan menterinya masih jauh yakni tiga bulan mendatang. “Masih lama, masih tiga bulan,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar susunan menteri Jokowi jilid II di media sosial.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ahmad Rofiq membantah susunan kabinet tersebut.

“Hoax. Sampai sekarang memang berseliweran nama-nama yang diprediksi masuk dalam kabinet jilid II. Saya melihatnya ini sih sebagai rame-rame saja. Tapi sekali lagi bisa dipastikan saat ini informasi tersebut hoax,” ucapnya.

Berikut ini susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf jilid II yang beredar di media sosial:

Kabinet Jokowi

(radarbali/feb/ara/mus/jpr)