Keroyok TNI dan Polisi, Saatnya Hari Pembalasan untuk SMB

SMB keroyok TNI (kiri). Anggota SMB di Markas Brimob (kanan).
SMB keroyok TNI (kiri). Anggota SMB di Markas Brimob (kanan).

POJOKSATU.id, JAMBI – Hari pembalasan untuk anggota  Serikat Mandiri Batanghari (SMB)  akhirnya tiba.  Sebanyak 45 anggota SMB ditangkap tim gabungan TNI dan Polri pada Kamis (18/7) sore. Ketua SMB, Muslim juga ditangkap.


Muslim dan anak buahnya ditangkap karena diduga terlibat pembakaran lahan, mengeroyok anggota TNI, polisi, anggota TRC Damkar, dan karyawan PT WKS Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, didampingi Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, mengatakan dua anggota Polri terluka akibat diserang senjata tajam saat menangkap 45 anggota SMB.

“Dua anggota Sabhara terluka dalam upaya penangkapan itu,” kata Muchlis.


Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap anggota SMB yang ditangkap.

“Kita masih lakukan penyelidikan,” kata Muchlis AS, seperti dilansir Jambi Indepent, Jumat (19/7).

Bupati Tanjung Jabung Barat H. Safrial menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI-Polri, khususnya jajaran Korem 042 Gapu dan Polda Jambi yang telah mengamankan kelompok Muslim Cs.

Menurut Safrial, apa yang dilakukan oleh sekelompok warga yang menamakan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Jambi pimpinan Muslim jelas melanggar hukum dan mengganggu ketentraman masyarakat.

“Kerusuhan semacam ini dapat mengganggu iklim investasi di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata Safrial, Kamis (18/7).

Ditegaskan, hukum wajib di tegakkan untuk kelompok semacam ini dan tidak boleh dibiarkan. Hukum tidak boleh kalah dengan premanisme.

Kelompok SMB terlibat dalam pembakaran lahan, pengrusakan fasillitas perusahaan di Distrik VII PT WKS, serta pembantaian terhadap Satgas Karhutla Terpadu yang terdiri dari gabungan TRC Damkar PT. WKS, personel Polri, Babinsa dan Tim Satgas monitoring Karhutla Korem 042/Gapu.

“Sekali lagi saya apresiasi dan terima kasih pak Danrem dan Kapolda dan jajaran yang sudah berhasil mengamankan kelompok ini. Semoga dengan tindakan tegas ini, Jambi akan selalu kondusif khususnya Kabupaten Tanjab Barat,” imbuhnya.

Untuk diketahui peristiwa serangan oleh SBM terhadap Satgas Karhutla terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019. Sekita 60 orang merangsek masuk ke Distrik VIII untuk mencari Tim pemadam yang memadamkan api. Mereka melakukan penganiayaan dan perusakan.

Pada saat kelompok SMB masuk Distrik VIII, anggota Satgas monitoring Karhutla Korem dan anggota Polri melihat adanya kemungkinan kelompok tersebut akan melakukan pembakaran lahan lagi. Sebab, mereka membawa senjata rakitan dan senjata tajam dan alat-alat lainnya.

Karena itu, prajurit TNI dan anggota Polri berusaha melakukan komunikasi untuk mencegah dan menghimbau kelompok tersebut untuk tidak membakar lahan lagi.

Bukannya menurut, kelompok SMB justru marah dan mengeroyok prajurit TNI. Mereka juga menganiaya anggota TRC Damkar dan karyawan PT WKS yang ada di lokasi.

(muz/rib/one/pojoksatu)