Diperiksa Penyidik KPK Lagi, Rizal Ramli Gak Suka Capim KPK dari Polisi

Rizal Ramli mendatangi gedung KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Jumat (19/7/2019). Foto: RMOL
Rizal Ramli mendatangi gedung KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Jumat (19/7/2019). Foto: RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rizal Ramli mengutarakan ketidaksukaannya terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang didominasi dari kepolisian.

Menurutnya, dengan banyaknya capim KPK dari kepolisian, berpotensi mengubah peran dan fungsi lembaga antirasuah itu, terlebih jika pimpinan terpilih dari unsur kepolisian.

“Pimpinan KPK yang akan datang saya denger banyak calonnya polisi. Itu bisa berubah sama sekali, itu bisa coup de grace ya,” ujar Rizal Ramli di Gedung KPK, Kunungan, Jakarta, Jumat (18/7).

Rizal Ramli sendiri dipanggil oleh penyidik KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).


Menurut pria yang dipanggil RR itu, KPK didirikan dengan salah satu latarbelakang bahwa institusi Polri tidak mampu menangani kasus-kasus korupsi berskala besar.

“Dulu KPK kan dibikin karena polisi kurang mampu menangani kasus-kasus korupsi besar, dibikin KPK,” tuturnya.

Dengan alasan tersebut, Rizal Ramli tak mengingin hal itu sampai terjadi.

“Tapi kalau nanti pimpinan yang baru banyak polisi, ya itu namanya coup de grace, pelan-pelan KPK-nya akan berubah peranan dan fungsinya. Dan jangan sampai itu terjadi,” tegas Rizal.

Sebelumnya, Rizal meminta KPK periode sekarang agar dapat menuntaskan kasus-kasus besar seperti BLBI, Century dan lainnya.

Ia juga meminta, KPK jangan sampai menunda-nunda penuntasan kasus besar hingga periode pimpinan KPK berikutnya.

“Saya ingin mengatakan kepemimpian KPK ini kan sebentar lagi, mohon agar supaya kasus-kasus yang besar yang sudah tahunan, dibukalah terang benderang,”

“Kasus BLBI, kasus Century, kasus apa gitu loh,” pungkasnya.

(rmol/ruh/pojoksatu)