Kisah Mahasiswi UNM Jadi Driver Ojek Online Hingga Sarjana

Sry Sulfiana Tandir
Sry Sulfiana Tandir

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Pekerjaan sebagai driver ojek online kebanyakan dilakoni kaum pria. Kalau pun ada wanita, biasanya karena keterpaksaan akibat terdesak kebutuhan ekonomi.


Di Makassar Sulawesi Selatan, seorang gadis tak malu bekerja sebagai driver ojek online. Padahal, dia seorang mahasiswi.

Dia adalah Sry Sulfiana Tandir, mahasiswi Universitas Negeri Makasar (UNM).

Sry Sulfiana bekerja sebagai driver Grab Bike selama setahun. Ia membantu orang tuanya untuk membiayai kuliahnya di UNM sampai selesai.


Kini, Sry Sulfiana sudah diwisuda dan menyandang gelar sarjana.

Pengalamannya menjadi driver ojek online diceritakan Sry melalui akun Facebooknya Sry Sulfiana Tandir, Jumat (5/7/2019).

Sry Sulfiana Tandir ngojek
Sry Sulfiana Tandir ngojek

Menurut Sry, bekerja sebagai driver Grab Bike hanya hiburan karena dia suka jalan-jalan.

“Maka dari itu saya mengambil kesempatan menjadi driver Grab Bike karena menurut saya bisa berkeliling se kota makassar dan mendapatkan uang dan dapat pahala hehehe,” tulis Sry.

Sry mengaku menggeluti profesi sebagai driver selama setahun sebelum dia diwisuda.

Dari hasil ojek, Sry mendapatkan Rp150 ribu sampai Rp300 ribu per hari. Jika dikalkulasikan, dia mendapatkan penghasilan sekitar Rp 3 juta per bulan.

“Sehari saya bisa dapat Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu, tergantung dari orderan yang aku terima. Pas awal ikut Grab Bike masih tarif Rp 5 ribu, walaupun tarifnya cuma lima ribu tapi nguntungin buat saya sebagai driver. Soalnya saya suka dapat lebihan dari penumpang kalo nggak Rp10 ribu ya Rp15 ribu,” katanya.

Dalam sehari, biasanya Sry mengambil paling banyak 5-6 orderan. Orderan yang diterima paling banyak cewek. Kalau pun ada cowok, paling hanya 2-3 orang.

Sry Sulfiana Tandir mengenakan jas almamater UNM
Sry Sulfiana Tandir mengenakan jas almamater UNM

Ia mengaku mendapat pengalaman berharga selama jadi driver Grab Bike.

“Saya jadi kenal banyak orang, tahu sifat orang, tahu kepribadian orang yang jutek gimana yang baik. Dapat banyak link dan masukan dari penumpang,” imbuhnya.

“Yang jelas saya sama sekali tidak malu menjadi driver grab selama setahun. Dan Alhamdulillah sekarang saya bisa menyelesaikan studi saya dan bisa menyandang gelar tambahnya.

Sry menyampaikan terima kasihnya kepada Grab yang memberikannya banayak pelajaran, mengajarkan arti perjuangan, belajar bersyukur dan tidak pantang putus asa.

(one/pojoksatu)