RESMI, Wanita Ngamuk Bawa Anjing ke Masjid Sentul jadi Tersangka Penistaan Agama

Wanita bawa anjing masuk di masjid Sentul
Wanita bawa anjing masuk di masjid Sentul

POJOKSATU.id, BOGOR – Wanita ngamuk dan bawa anjing ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, resmi ditetapkan sebagai tersangka.


Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pun akan dikirimkan pagi ini, Selasa (2/7/2019).

Hal didasarkan atas pemeriksaan 1×24 jam serta pemeriksaan terhadap lima orang saksi oleh penyidik.

Selain itu, juga didasarkan persesuain dan barang bukti berupa rekaman video dimana wanita berinisial SM Itu masih memakai sepatu di dalam masjid.


“Dengan pasal persangkaan Pasal 156a terkait penodaan atau penistaan agama,” ujar Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, Selasa (2/7/2019).

Ita melanjutkan, SM juga akan ditahan karena adanya keterangan dari keluarga bahwa SM memiliki gangguan kejiwaan dan saat ini masih dilakukan observasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

“Untuk memastikan apakah betul tersangka terganggu kejiwaannya. Penanganan kasus berlanjut terus,” ujar Ita.

Pembina Yayasan Al-Munawaroh Sentul, KH Abah Raodl Bahar Bakry menjelaskan soal SM (52), ibu yang masuk Masjid Al-Munawaroh dengan membawa seekor anjing hingga viral di media sosial belakangan ini.

Menurut Abah, pada awalnya SM sempat memaksa masuk masjid usai shalat dzuhur berjamaah. Perempuan itu sempat dilarang oleh keamanan masjid, karena ini merupakam tempat ibadah umat muslim, suci dan tidak boleh membawa anjing ke dalam.

“Rupanya, perempuan itu jauh lebih galak. Sehingga terjadi pertengkaran. Salah seorang kemanan masjid ditonjok oleh wanita itu. Pecah bibirnya, giginya hampir copot. Sudah divisum,” ujar Abah, Senin (1/6/2019).

SM kemudian tetap memaksa naik ke masjid dengan anjingnya dan tanpa melepas sepatu. Menurut Abah, anjingnya itu pun lari kesana-kemari di dalam masjid.

“Akhirnya, rame-rame disuruh keluar. Tapi dia masih lebih galak. Akhirnya tidak lama bisa keluar tapi anjingnya entah kemana

Abah pun sempat ikut menenangkan SM yang sedang meributkan anjingnya yang hilang.

“Saya selesai ceramah, panggilan hati tuh ingin kesini (masjid). Saya sempat bilang, ibu jangan menyalahkan anjing hilang kepada kami. Karena kami tidak punya tugas menjaga anjing ibu. Bahasanya (si ibu) Subhanallah tidak pantas diucapkan,” jelas Abah.

Menurut Abah, SM datang dengan mengendarai sebuah mobil dan berpakaian perlente. Abah menilai dia memiliki latar belakang pendidikan mumpuni. Namun, memiliki kata-kata yang kurang baik diucapkan.

“Arab lu,” kata Abah menirukan ucapan SM.

“Alhamdulillah saya nggak kepancing. Tapi yang lain kepancing saya bilang ibu tidak boleh bicara begitu. Ini sudah rasis,” katanya.

(cek/pojokbogor)