Hari Ini, Rapim MUI Bahas Wanita Ngamuk Bawa Anjing ke Masjid Sentul

SM usai mengamuk di dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor
SM usai mengamuk di dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kasus SM, wanita ngamuk bawa anjing ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Bahkan, selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kasus tersebut akan dibawa ke rapat pimpinan MUI yang digelar hari ini.

Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, pihaknya akan mengundang MUI Bogor untuk meminta laporan terkait dengan peristiwa tersebut.

Hal ini untuk mengetahui lebih jauh kronologis terjadinya peristiwa itu.


Selain itu, MUI juga ingin memastikan apakah kasusnya sudah ditangani pihak yang berwajib sehingga dapat diredam potensi munculnya ekses negatif.

“Insyaallah pagi ini, MUI Bogor diundang dalam Rapim MUI untuk minta klarifikasi lebih lanjut,” ungkap Zainut yang dihubungi, Selasa (2/7).

Dia menambahkan, pihaknya sudah meminta MUI Kabupaten Bogor untuk terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mengantisipasi munculnya hal- hal yang tidak diinginkan.

MUI juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan berita-berita yang bernada provokatif dan bernuansa SARA.

Selanjutnya, MUI mengimbau semua pihak untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kasus ini untuk mengadu domba masyarakat khususnya antarumat beragama.

“Mari serahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” pungkas Zainut.

Sebelumnya, Karopenmas Divhuma Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, wanita berusia 52 itu memiliki sejarah mengalami gangguan jiwa.

Karena itu, polisi tengah mendalami sampai seberapa parah gangguan jiwa yang dialami wanita berinisial SM tersebut.

“Kan ada jenis-jenisnya (sakit kejiwaan), dan yang bersangkutan juga memiliki riwayat pernah dirawat di RS jiwa,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Selain memeriksa kejiwaannya, polisi juga akan memeriksa dokter kejiwaan yang pernah merawat wanita berusia 52 tahun itu.

“Jenisnya (sakit kejiwaan) dulu dirawat prosesnya gimana. Sembuh apa tidak. Kalau tidak sembuh, diobservasi lagi oleh dokter spesialis kejiwaan,” terangnya.

Saat ini, lanjut Dedi, SM tengah menjalani pemeriksaan dan orientasi di Rumah Sakit Kramat Jati, Polri.

“Nanti disampaikan (hasilnya) semuanya secara lengkap. Termasuk proses penanganan kasus ini,” kata Dedi.

(jpg/ruh/pojoksatu)