Ketum Golkar Ngobrol 15 Menit dengan Jokowi, Habis Itu Dedi Mulyadi Bertemu, Siap Jadi Menteri?

Dedi Mulyadi dan Airlangga Hartarto/Rmol, munas golkar
Dedi Mulyadi dan Airlangga Hartarto/Rmol

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hari-hari lobi politik merebut kursi menteri di Kabinet Jokowi periode kedua semakin gencar dan intensif.

Sejumlah pertemuan ‘terselubung’ akan banyak dilakukan oleh elite parpol pendukung untuk memuluskan kepentingannya.

Presiden Jokowi bertemu dengan para ketua DPD Tingkat I Partai Golkar se-Indonesia di Istana Bogor, Senin (1/7/2019) sore tadi.

Sebagaimana biasa, pertemuan dengan Jokowi akan ditampik punya agenda politik.


“Itu hanya silaturahmi biasa. Di tengah kesibukan, Pak Jokowi menyempatkan diri bertemu para Ketua DPD I Partai Golkar se-Indonesia,” ucap Koordinator Golkar Milenial, Achmad Annama.

Annam, begitu ia disapa, menceritakan tak banyak yang dibicarakan dalam pertemuan singkat itu.

“Ketua Umum Pak Airlangga terlebih dulu bicara empat mata dengan Pak Jokowi. 15 menit kemudian, Pak Jokowi bersalaman, ramah tamah dan berfoto bersama para Ketua DPD I Partai Golkar. Itu saja,” beber ketua PP AMPG ini.

Salah satu yang santer bakal masuk ke dalam Kabinet Jokowi adalah Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurut Annama, hampir tak mungkin membicarakan hal penting seperti Munas Partai Golkar di pertemuan dalam waktu singkat itu.

“Jangankan bicara Munas Partai Golkar, sampaikan laporan pemenangan Pilpres 2019 saja hanya singkat, selebihnya tertulis. Apalagi bicarakan hajatan penting selevel Munas Golkar,” kata Annam yang juga wakil ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta.

Lagipula, masih kata Annama, idealnya Munas Partai Golkar lebih layak dibicarakan di internal partai seperti pleno DPP atau Rapimnas Golkar.

“Bukan dengan Presiden. Di internal, Golkar punya struktur Dewan Pembina dan Dewan Pakar untuk mitra diskusi dan minta arahan terkait Munas,” pungkas Annama