Kapolres Bogor Isyaratkan Wanita Ngamuk di Masjid Sentul Bisa Kena Pidana

Kapolres Bogor AKBP Andi. M Dicky memberikan keterangan terkait wanita yang mengamuk di Masjif Al Munawaroh, Sentul City
Kapolres Bogor AKBP Andi. M Dicky memberikan keterangan terkait wanita yang mengamuk di Masjif Al Munawaroh, Sentul City

POJOKSATU.id, BOGOR – Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengindikasikan, wanita yang membawa anjing dan mengamuk di Masjid Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, bisa dijerat hukum.

Akan tetapi, pihaknya akan lebih dulu memeriksaan kejiwaan wanita berinisial SM itu.

“Ada indikasi tersebut (depresi),” kata Dicky ditemui di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, Mingu (30/6).

Pemeriksaan kejiwaan itu, terangnya, dilakukan untuk mengetahui apakah benar SM memiliki gangguan kejiwaan atau tidak.


“Kita akan membawa ke RS Polri untuk cek oleh ahli, jadi tidak sepihak. Nanti kita mengetahui bersangkutan memiliki gangguan jiwa atau tidak,” jelasnya.

Terkait kasus ini, sambungnya, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak DKM masjid serta beberapa orang lainnya yang sempat berhadapan dengan SM.

“Pasal (pidana) akan kita kaji, karena baru kejadiaan hari ini. Habis pemeriksaan, kita akan tetapkan pasal-pasal,” pungkasnya.

Sementara, Dewan Pembina Masjid Jami Al Munawaroh Sentul City, KH Abah Raodl Bahar mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 12.30 WIB badha dhuhur.

Dimana seorang yang mengaku beragama Katholik naik ke atas masjid tempat ibadah umat Islam dengan mengenakan sepatu dan membawa anjing.

Melihat hal itu, jemaah masjid langsung mengingatkan dan memintanya keluar. Namun, wanita berinisial SM itu balik melawan dan jauh lebih galak.

Karena terjadi keributan, pihak keamanan lantas membawa wanita dan anjingny aitu keluar dari masjid.

“Dikhawatirkan makin banyak orang mengetahui kejadian itu dan tidak senang tempat ibadahnya dihinakan seperti itu. Maka kita usahakan untuk segera pulang,” tuturnya kepada PojokSatu.id, Minggu (30/6/2019).

Akan tetapi, SM malah bersikeras tidak mau pulang.

“Dia tidak mau pulang sebelum anjingnya ditemukan. Seolah-olah pengurus masjid dan jemaah itu disalahkan menghilangkan anjingnya,” lanjutnya.

Abah Raodl Bahar juga membantah bahwa di masjid tersebut akan dilangsungkan ijab kobul dan pernikahan suaminya sebagaimana kabar yang beredar.

“Saya sebagai dewan pembina di sini, ada ketua DKM, setiap kegiatan apa saja yang ada di masjid ini pasti saya tahu. Dan pada hari itu, jam itu, tidak ada kegiatan pernikahan disini. Jadi itu berita bohong,” tegasnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta semua pihak agar mendinginkan suasana dan tidak terprovokasi dengan kabar yang beredar yang belum tentu kebenarannya.

“Mungkin ada pihak-pihak yang akan mengadu domba kita dengan orang lain,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Karena kita negara hukum maka kita percayakan untuk diproses orang tersebut,” pungkasnya.

https://youtu.be/k-8-404Hjx4

(ruh/pojoksatu)