Geramnya PA 212, SM Ngamuk Bawa Anjing ke Masjid, Kalau di Amerika Dihukum Kursi Listrik sampai Mati

SM usai mengamuk di dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor
SM usai mengamuk di dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Devisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Damai Hari Lubis geram dengan sikap ibu-ibu berinisial SM (52) yang membawa anjingnya ke dalam mesjid.


Menurutnya, pihak berwenang harus segera memproses sang ibu. Pasalnya kejadian tersebut sudah melanggar hukum.

“Bahkan hukum di Amerika orang gila yang sangat membahayakan nyawa orang lain. Di kursi listriknya hingga meninggal,” kata Hari Lubid saat dikonfirmasi Pojoksatu, Senin (1/7/2018).

Kejadian itu terjadi tepatnya di masjid Al Munawaroh di Sentul City, Bogor pada Minggu 30 Jun 2019 sekira jam 13.00 WIB.


SM mengamuk di dalam mesjid sembari membawa anjingnya. Tak hanya itu, SM juga tak melepas alas kaki.

Hal itulah yang membuat merbot masjid serta jamaah geram dengan sikap sang ibu tersebut.

Karena itu, pentolan PA 212 ini mendesak kepolisian agar yang bersangkutan segera diprose. Karena telah menciderai hati ummat islam.

“Orang gila boleh diproses hukum. Karena di hukum orang gila sah,” tegas Hari.

Sebelumnya, Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengindikasikan, wanita yang membawa anjing dan mengamuk di Masjid Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, bisa dijerat hukum.

Akan tetapi, pihaknya akan lebih dulu memeriksaan kejiwaan wanita berinisial SM itu.

“Ada indikasi tersebut (depresi),” kata Dicky ditemui di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, Mingu (30/6).

Pemeriksaan kejiwaan itu, terangnya, dilakukan untuk mengetahui apakah benar SM memiliki gangguan kejiwaan atau tidak.

“Kita akan membawa ke RS Polri untuk cek oleh ahli, jadi tidak sepihak. Nanti kita mengetahui bersangkutan memiliki gangguan jiwa atau tidak,” jelasnya.

Terkait kasus ini, sambungnya, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak DKM masjid serta beberapa orang lainnya yang sempat berhadapan dengan SM.

“Pasal (pidana) akan kita kaji, karena baru kejadiaan hari ini. Habis pemeriksaan, kita akan tetapkan pasal-pasal,” pungkasnya.

(fir/pojoksatu)