Malam-malam Sidak PPDB Online, Bima Arya Temukan Warga Titipan

Bima Arya sidak PPDB Online
Bima Arya sidak PPDB Online di gang Selot. (Adi/Pojokbogor)

POJOKSATU.id, BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mencari tahu kebenaran informasi tentang manipulasi domisili terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Bima mengaku mendapat banyak laporan mengenai dugaan manipulasi administrasi dalam PPDB online sistem zonasi. Banyak pendaftar PPDB online yang memalsukan alamat rumahnya.

Selain itu, ada pula calon pendaftar yang namanya diicantumkan dalam kartu keluarga (KK) milik warga yang tinggal di dekat sekolah favorit.

Misalnya, warga perumahan Yasmin atau Cimanggu Permai menumpang domisili di daerah Paledang yang dekat dengan SMPN 1 dan SMAN 1 Kota Bogor.


BACA: Aturan Zonasi PPDB Direvisi, Kuota Jalur Prestasi 15 Persen

Hal itu dilakukan agar anak tersebut bisa diterima di sekolah favorit tersebut.

Untuk mengecek kebenaran informasi itu, Bima Arya sidak malam-malam ke Gang Selot, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Lokasi ini sangat dengan SMPN 1 dan SMAN 1 Kota Bogor.

Sesampainya di rumah warga, Bima bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor langsung memeriksa beberapa berkas untuk memastikan apakah nama yang dituju benar-benar ada dan tinggal di kawasan tersebut.

BACA: 6 Dampak Kebijakan Zonasi PPDB: Sekolah Kekurangan Murid Hingga Hapus Label Sekolah Favorit

Hasilnya, ada dua nama pendaftar PPDB online yang tidak terdaftar di wilayah tersebut. Ia hanya menumpang domisili atau titipan di kawasan itu agar bisa ke sekolah terdekat yang sesuai zonasi.

“Sekarang kita ingin telusuri rangkaiannya bagaimana akhirnya alamat itu digunakan. Kita telusuri di Diskdukcapil,” kata Bima Arya kepada wartawan seusai melakukan sidak ke rumah warga, Jumat (28/06/2019) malam.

Bima juga menegaskan sistem zonasi PPDB online perlu dievaluasi secara nasional.

“Konsep zonasi lemah, ketika sistem kependudukan kita belum kokoh. Memang selalu ada oknum. Tapi ini masif terjadi dimana mana,” imbuhnya.

(adi/pojokbogor)