Mengejutkan! Anang Pindah Agama, Bupati Sampang Bilang Begini

Anang pindah agama disaksikan Bupati Sampang, Slamet Junaidi.
Anang pindah agama disaksikan Bupati Sampang, Slamet Junaidi. (Anis Billah/RadarMadura.id)

POJOKSATU.id, SAMPANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Madura, Anang Djoenaedi membuat keputusan mengejutkan. Anang pindah agama dari Katolik ke Islam.

Anang mengucapkan dua kalimat syahadat di musala Pendapa Trunojoyo Bupati Sampang, Kamis (27/6) kemarin.

Momen bersejarah itu disaksikan langsung oleh Bupati Sampang, Slamet Junaidi, Ketua PKK Sampang Mimin Haryati Slamet Junaidi, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

Pimpinan PC NU Sampang dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga tampak hadir. Mereka duduk melingkar menyaksikan Anang pindah agama.


Anang memilih pindah dari agama Katolik ke Islam karena meyakini Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Pembacaan dua kalimat syahadat Anang dituntun oleh Rais Syuriah PC NU Sampang, KH Syafiuddin.

Setelah resmi memeluk Islam, nama Anang ditambah menjadi Muhammad Anang Djoenaedi Santoso. Suasana haru menyelimuti momen tersebut.

“Alhamdulillah, mungkin semua ini sudah jalan yang harus saya jalani,” kata Anang, seperti dikutip Radar Madura (grup pojoksatu.id), Jumat 28 Juni 2019.

Anang mengatakan, keputusan untuk pindah agama sudah dipikirkan dengan matang. Ketika muncul keinginan untuk memeluk Islam, dia tidak serta-merta langsung mengambil keputusan. Membutuhkan waktu lama.

“Semuanya butuh proses,” ujarnya dengan wajah semringah.

Keputusan tersebut muncul dari lubuk hati sendiri. Selama dua tahun hati Anang tergerak untuk memeluk agama Islam.

“Allah sudah memberikan hidayah kepada saya untuk memeluk agama Islam,” ungkap Anang.

Salah satu alasan memilih Islam sebagai petunjuk dalam menjalankan hidupnya ke depan. Ketika mendengar lantunan ayat suci Alquran dia merasa tenang dan damai. Karena itu, dia meminta doa agar istiqamah dalam memeluk agamanya yang baru tersebut.

“Tidak serta-merta satu dua hari atau satu dua bulan, tidak. Prosesnya lama dan saya renungkan di situ,” ucapnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyambut baik keinginan salah satu bawahannya tersebut.

Pria yang akrab dipanggil H Idi itu mengaku terharu menyaksikan proses pembacaan dua kalimat syahadat Anang.

“Semoga bisa menjalankan ajaran Islam dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya memberikan hadiah berupa umrah kepada Anang.

Ia mengingatkan Anang agar berhati-hati dalam mengikuti aliran. Sebab, saat ini banyak bermunculan aliran yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan dalam Islam.

“Islam itu agama yang rahmatan lil alamin. Ikuti ajaran-ajaran yang dianjurkan dalam ahlussunnah wal jamaah,” sarannya.

(mr/luq/bas/jpr/pojoksatu)