Bantah Polisi, Pengacara Malah Tuding 4 Tokoh Berencana Bunuh Kivlan Zein, Siapa Hoax?

Kivlan Zein dan Eggi Sudjana saat demo di depan kantor Bawaslu RI
Kivlan Zein dan Eggi Sudjana saat demo di depan kantor Bawaslu RI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Paparan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kerusuhan 21-22 Mei oleh Polri dibantah pengacara Kivlan Zein, Muhammad Yuntri.

Dalam pemaparan tersebut, Kivlan Zein menjadi dalang rencana pembunuhan empat pejabat negara. Sebaliknya, Yuntri bersikukuh justru kliennya yang menjadi target pembunuhan.

Yuntri malah menuding empat tokoh nasional yang diungkap menjadi terget pembunuhan malah menjadi sosok yang berencana menghabisi nyawa kliennya.

“Karena sampai saat ini kita mau ketemu Heri Kurniawan (HK/Iwan) enggak bisa, dikhawatirkan cerita Iwan dengan yang kami terima dari Pak Kivlan itu berbeda,” ungkap Yuntri saat dihubungi, Selasa (11/6).

Yuntri menceritakan, justru Iwan yang datang ke Kivlan Zein untuk memberikan informasi bahwa Kivlan akan dibunuh oleh empat orang yang kini diduga menjadi sasaran pembunuhan, yaitu Gorries Mere, Luhut Pandjaitan, Wiranto dan Budi Gunawan.

“Iwan justru datang ke Pak Kivlan mengatakan bahwa Pak Kivlan mau dibunuh oleh empat orang itu,” paparnya

Yuntri juga menyampaikan, sebenarnya Iwan diperintahkan untuk menjadi sopir Kivlan karena rumah Kivlan yang jauh di Gunung Picung, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi Iwan itu diperintah jadi sopirnya, karena rumah Pak Kivlan di Gunung Picung di Bogor,”

“Maka itu kan masih ada hutan-hutannya banyak Babi, Iwan bilang ini ada senjata pak. Pak Kivlan bilang itu bukan untuk bunuh babi tapi bunuh tikus,” katanya.

Berbarengan dengan itu ada peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), HK diberikan uang untuk melakukan demo atas peringatan tersebut sebesar 15 ribu dolar singapura atau Rp150 juta rupiah.

“Enggak tahu dilaksanakan atau tidak, tiba-tiba sekarang muncul dan ceritanya malah dibalik yang dibikinnya pengakuan dari polisi, (malah) justru Pak Kivlan yang menyuruh untuk membunuh empat orang itu,” paparnya.

Yuntri pun enggan berkomentar lebih jauh dan enggan berspekulasi.

“Untuk lebih pastinya kita tidak mau berspekulasi, kita mau minta polisi gelar perkara,” tuntutnya.

Ia meyakini, kliennya itu sudah menjadi target bidikan untuk tiga kasus, yakni kasus makar, kepemilikan senpi dan perencanaan pembunuhan.

“Kasus makar pengembangan dari Eggi Sudjana, sedangkan kepemilikan senjata ini pengembangan dari Iwan, jadi polisi enggak berani,”

“Karena penetapan tersangka berdasarkan KUHAP harus dengan gelar perkara dulu,” tandasnya.

(rmol/ruh/pojoksatu)

Loading...