Papua Barat Minta Jatah Menteri di Kabinet Kedua Jokowi, Jika Tidak…

Presiden Jokowi usai buka puasa bersama dengan Elite Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19//2019).
Presiden Jokowi usai buka puasa bersama dengan Elite Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19//2019).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator Umum Aliansi Relawan Jokowi di Provinsi Papua Barat, Vinsen Kocu meminta Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan representasi tokoh dari wilayah Papua Barat masuk jajaran kabinet.

Menurut Vinsen, tokoh dari Papua Barat sudah seharusnya diangkat untuk menduduki jabatan menteri.

“Kami sudah mengeluarkan pernyataan dan komitmen untuk memenangkan Jokowi pada Pipres 17 April lalu, dan apabila Jokowi menang di Papua Barat maka kami minta Jokowi mengangkat tokoh dari Papua Barat masuk dalam jajaran kabinet,” kata Vinsen Kocu pada Jumat (7/6).

Pada kesempatan itu, Vinsen menyebut Mervin Sadipun Komber layak menduduki jabatan menteri.

Mervin saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

“Beliau (Mervin, red) adalah tokoh nasional asal Papua Barat yang saat ini menjabat Ketua Badan Kehormatan DPD RI. Beliau sudah eksis sejak mahasiswa,” kata Vinsen.

Menurut Vinsen, berhubung Papua masih dalam proses pembangunan sehingga tokoh dari Papua Barat layak menduduki jabatan sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Vinsen yang juga Koordinator Relawan Gerakan Masyarakat Maritim Indonesia untuk Jokowi ini mengaku harapan perlunya tokoh Papua Barat masuk dalam jajaran kabinet sudah disampaikan kepada Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Erick Thohir di Manokwari saat kampanye Pilpres lalu.

Saat itu, kata Vinsen, aliansi relawan Jokowi di Papua Barat beranggotakan sekitar 20 organ relawan yang berkomitmen memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kami juga sudah sampaikan statement (pernyataan, red) bahwa khusus untuk Papua Barat, jika Jokowi menang maka harus ada representasi tokoh Papua Barat masuk di kabinet,” kata Vinsen.

(fri/jpnn/pojoksatu)

Berita Terkini

Donald-Trump

Perang Twitter

Twitter akan melawan dekrit presiden itu. Termasuk lewat pengadilan. Demikian juga Facebook dan YouTube.