Pengamanan Malam Takbir dan Hari Raya Dilakukan Maksimal

Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamanan malam takbir dan hari raya Idul Fitri, Rabu (5/6) dilakukan secara maksimal.


Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menanggapi pasca terjadinya bom bunuh diri di pom pantau Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) malam.

Dikatakan, polri berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan untuk semua jenis tindak kejahatan.

“Polri tidak underestimate walau pelakunya amatir tetap kita fokus untuk antisipasi segala macam ancaman, dan gangguan yang mungkin bisa terjadi. Kita akan laksanakan secara maksimal,” ujar Dedi dilansir Jawapos.com.


Kendati begitu, Dedi memastikan tidak ada penambahan jumlah personel untuk keamanan.

Polri masih menyiagakan 90 ribu pasukan untuk operasi ketupat selama musim libur Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah.

“Jumlah personel yang terlibat operasi sudah cukup memadai dalam rangka pengamanan,” jelasnya.

Begitu pula untuk status keamanan, polri tidak melakukan peningkatan. “Kalau peningkatan status enggak, tapi kalau waspada terus,” ucap Dedi.

Dedi menambahkan, polri juga akan melakukan penjagaan di sejumlah objek vital. Seperti tempat wisata, bahkan area-area yang digunakan untuk salat ied akan dijaga pula.

“Tempat-tempat yang akan menjadi lokasi salat Idul Fitri aparat akan melakukan pengamanan,” tegas Dedi.

Sementara itu untuk anggota polisi yang berjaga juga akan diterapkan pengamanan barrier. Petugas yang tidak dibekali senjata akan dijaga oleh pasukan Brimob. Sehingga keselamatannya petugas bisa terjamin.

Di sisi lain, polri menegaskan situasi di Sukoharjo sudah kondusif. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir beraktivitas. Polri tetap melakukan langkah pencegahan supaya tidak ada lagi aksi teror.

(jpc/pojoksatu)