Eggi Sudjana Tulis Surat Tulisan Ceker Ayam, Ngeyel Enggak Makar, tapi…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana kembali menegaskan bantahannya terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Hal itu disampaikannya melalui dua lembar surat yang ditulisnya dari balik jeruji rutan Polda Metro Jaya.

“Bahwa tuduhan makar, saya bantah keras,” tulis Eggi dalam surat tersebut.

Ia menyebut, ‘people power’ yang ia maksud adalah aksi demo atau unjuk rasa di kantor Bawaslu RI.


“People power yang saya maksudkan adalah unjuk rasa atau demo ke Bawaslu pada tanggal 9 dan 10 Mei 2019,” katanya.

Saat itu, ia sudah datang dan membawa massa ke depan kantor Bawaslu RI. Namun ia dilarang masuk.

“Saat itu saya tidak boleh masuk ke Bawaslu, saya tidak memaksakan diri untuk masuk ke Bawaslu, jadi bukan makar,” kata Eggi.

Isi dan foto surat itu disampaikan pengacara Eggi, Pitra Romadoni, kepada wartawan.

Pitra pun membenarkan bahwa surat tersebut adalah benar tulisan tangan Eggi Sudjana.

“Iya itu tulisan tangan Pak Eggi,” ungkap Pitra saat dikonfirmasi, Rabu (29/5/2019).

Untuk diketahui, Eggi Sudjana resmi ditahan sejak Selasa (14/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia akan ditagan sampai 20 hari ke depan.

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya.

Penetapan itu berdasarkan setelah proses gelar perkara pada 7 Mei 2019, dengan kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dia dilaporkan oleh caleg PDIP, S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar.

Dewi melaporkan Eggi, berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, Jumat, 19 April.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Terkait status tersangkanya ini, Eggi telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(fir/pojoksatu)