Ini Sketsa Wajah Wanita Korban Mutilasi, Pelaku Sudah Ditangkap Tapi Tak Kenal Korban

Sketsa wajah korban mutilasi (kiri) dan Sugeng, pelaku mutilasi (kanan)
Sketsa wajah korban mutilasi (kiri) dan Sugeng, pelaku mutilasi (kanan)

POJOKSATU.id, MALANG – Tim Identifikasi Polres Malang Kota membuat sketsa wajah korban mutilasi di Malang, Jawa Timur.


Sketsa wajah korban mutilasi dibuat berdasarkan hasil penemuan kepala korban di Pasar Besar Malang (PBM) yang ditemukan Selasa (14/5).

“Kami ingin jika ada yang kenal dengan sketsa wajah ini, bisa melapor ke Polres Malang Kota,” sebut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK MH. Kapolres pun membagikan sketsa wajah korban tersebut kepada awak media.

Diketahui keenam potongan tubuh korban ditemukan di lokasi yang berbeda. Termasuk, kepala korban yang ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.


Menurut Asfuri, sketsa yang sudah berhasil dibuat tim Identifikasi Polres Malang Kota ini dibenarkan juga oleh terduga pelaku, Sugeng.

Sketsa wajah korban mutilasi di Malang
Sketsa wajah korban mutilasi di Malang

Sugeng ditangkap anggota Polres Malang Kota di daerah Martadinata, Kota Malang, Rabu sore (15/5).

“Pelaku juga membenarkan sketsa itu mirip dengan Korban. Korban wanita itu diketahui meninggal perkiraan 5 sampai 9 hari di Pasar Besar Malang,” kata Asfuri.

“Menurup penuturan terduga, korban meninggal sendiri lalu dapat bisikan untuk dimutilasi usai meninggal,” tambah Asfuri.

Kronologi Pelaku Mutilasi Korban

AKBP Asfuri menerangkan kronologi dan motif mutilasi berdasarkan keterangan terduga pelaku, Sugeng.

Sugeng mengaku tidak mengenal korban. Ia bertemu dengan korban 9 hari yang lalu saat wanita tersebut dalam keadaan sakit di kawasan Klenteng Tridharma Eng An Kiong.

Saat bertemu, tepatnya pada 6 Mei 2019, Sugeng sempat bertanya siapa nama wanita itu. Namun wanita tersebut hanya menjawab ‘Maluku’.

Sugeng pelaku mutilasi di Malang Jawa Timur ditangkap
Sugeng, pelaku mutilasi di Malang Jawa Timur ditangkap

Melihat kondisinya yang lemah, Sugeng langsung membawa korban ke PBM sekitar pukul 17.00. Tak lama setelah itu si korban meninggal dan menitipkan pesan.

“Katanya sebelum meninggal korban sempat berpesan pada terduga pelaku ini untuk memutilasinya jika meninggal,” terang Asfuri.

Namun, sesaat setelah meninggal Sugeng tidak langsung memutilasinya. Ia baru memutilasi korban setelah 3 hari meninggal.

Selain karena permintaan korban, Sugeng mengaku mendapat bisikan-bisikan yang mendorongnya untuk melakukan mutilasi.

Ditanya soal pemerkosaan, Asfuri mengatakan belum ada penemuan tersebut dan masih harus menunggu hasil otopsi serta Labfor.

(rida/radarmalang/pojoksatu)