9 Pernyataan Ulama, Habaib dan Pengasuh Ponpes di Kandang Prabowo-Sandi: Gak Usah Nuruti People Power

Multaqo Ulama jawa Barat menghasilkan 9 sikap terkait tanggal 22 Mei
Multaqo Ulama jawa Barat menghasilkan 9 sikap terkait tanggal 22 Mei

POJOKSATU.id, BANDUNG – Menjelang pengumuman dan penetapan pemenang Pemilu dan Pilpres 2019 pada 22 Mei 2019 mendatang, ulama, habaib dan pengasuh ponpes se-Jawa Barat mengeluarkan 9 pernyataan sikap.


Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei mengatakan, pernyataan ini dikeluarkan agar masyarakat tidak ikut ikutan dalam aksi 22 Mei mendatang (people power).

Berikut sembilan pernyataan, yang dikeluarkan oleh ulama, habaib dan pengasuh ponpes se-Jawa Barat:


1. Umat Islam agar memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk mencapai ketaqwaan sempurna, meningkatkan taqarrub kepada Allah dan senantiasa berdoa untuk bangsa dan negara agar tetap kondusif.

2. Mempererat silaturahmi antar sesama anak bangsa, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwan basyariah, menjauhi saling fitnah, pertengkaran, perpecahan dan tindakan tercela lainnya serta terus saling memaafkan satu sama lain.

3. Terus meneguhkan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI karena iu semua sudah berjalan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

4. Berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, perdamaian dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontra produktif.

5. Menghindari segala bentuk provokasi, fitnah dan kekerasan selama dan sesudah bulan Ramadan.

6. Mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh NKRI, sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintahan yang sah karena hal ini sangat jelas diajarkan dalam Islam yang kita anut.

7. Tidak terpancing untuk melakukan aksi inkonstitusional baik langsung dan tidak langsung karena tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarah kepada tindakan bughot.

8. Saling fastabiq‎ul khairot guna meningkatkan ekonomi umat agar dapat turut aktif dalam mengenaskan kemiskinan, mengatasi ketimpangan berbagai hal serta mengejar ketertinggalan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

9. Melakukan sosialisasi terhadap hasil muntaqo ini pada berbagai forum secara berkelanjutan, agar tercipta sinergitas antar ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren dan cendekiawan muslim bersama seluruh umat Islam.

9 pernyataan sikap itu ditandatangani Ketua MUI Jabar, KH Rachmat Syafe’i dan Sekretaris HM Rafani Akhyar. Diikuti tandatangan dari ‎perwakilan para habaib dan ulama.

Selain itu juga perwakilan forum pimpinan pondok pesantren Jabar Edi Komarudin, perwakilan cendekiawan Prof Dr Rosihon Anwar dari UIN Sunan Gunung Jati.

Juga perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Jabar KH Asep Syarifudin, perwakilan Muhammadiyah H Syuhada, perwakilan Mathlaul Anwar Jabar KH Yayan Hasunahudaya.

Selain itu ada Persis Jabar hingga Da’i Kamtibmas Jabar dan Ketua Forum Pondok Pesantren.

(rif/pojoksatu)