Wanita Korban Mutilasi Diduga Della, Polisi Bilang Begini

Potongan tubuh korban mutilasi di Pasar Besar Malang
Aparat evakuasi potongan tubuh korban mutilasi di Pasar Besar Malang. (Radar Malang)

POJOKSATU.id, MALANG – Polisi masih menyelidiki identitas wanita korban mutilasi di Malang Jawa Timur. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Selasa (14/5).

Jasad perempuan muda ditemukan dalam keadaan tubuh terpotong-potong menjadi enam bagian di Pasar Besar Malang (PBM).

Diduga, jasad wanita korban mutilasi itu adalah Della, gadis asal Karangploso, Kabupaten Malang, yang hilang sejak dua minggu lalu.

Potongan jasad tersebut pertama kali ditemukan Trisno Harianto sekitar pukul 13.30. Siang itu, Trisno yang memiliki kios dekat parkiran belakang di lantai II mencium bau menyengat.


Setelah mendekati tangga lantai II di sisi timur, dia melihat benda aneh. Menyerupai manekin potongan tangan.

“Baunya menyengat, setelah dicek ternyata ada potongan tubuh. Di bawah tangga kelihatan tangan dan kaki terpisah,” ujar Trisno, seperti dilansir Radar Malang (grup Jawa Pos/Pojoksatu.id), Rabu 15 Mei 2019.

Lokasi penemuan mayat itu yakni sisi timur eks gedung Matahari Department Store.

Mengetahui ada potongan tubuh manusia, warga bersama para pedagang berdatangan. Sebagian pedagang melapor ke Polres Malang Kota (Makota) dan sebagian lainnya menyisir lokasi.

Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian diiringi tim SAR. Dalam penyisiran itulah, lantas ditemukan potongan kepala di sisi barat bawah tangga.

Kemudian ketika menyisir toilet khusus karyawan yang berjarak sekitar 10 meter ke arah barat ditemukan potongan tubuh manusia.

Agus Demit, anggota tim SAR yang ikut mengevakuasi potongan jasad korban, menceritakan, tubuh korban ditemukan hanya mengenakan celana dalam.

”Dari ceceran darahnya, mungkin tubuh korban yang sudah dipotong ini diseret ke toilet,” kata Agus.

BACA: Wanita Dimutilasi Gegerkan Malang, Tubuhnya Terpotong 6 Bagian

Dia menyatakan, setiap posisi potongan tubuh, ada petunjuk kresek yang berisi daging dari tubuh korban. Misalnya ketika ditemukan manekin, jari manekin menunjuk ke arah kresek yang berisi potongan tangan dan kaki.

“Itu kan ada manekin tangan kiri. Itu seolah menjadi petunjuk karena posisinya mengarah pada kresek. Dan kresek-kresek itu isinya daging, sejajar dengan potongan tubuh yang ada di bawah tangga,” jelasnya.

Melihat dari kondisi tubuh korban, Agus memperkirakan usia korban sekitar 20-an tahun. Hal itu diperkuat dengan jari lentik dan kepala korban yang ditemukan sekitar 20 menit setelah ditemukannya potongan tangan dan kaki.
“Saya menduga ini perempuan yang masih muda,” ujarnya.

Diduga Dimutilasi di Lantai III, Dibuang ke Lantai II

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, diduga korban dieksekusi di lantai III, lalu dimutilasi. Sebab, di tangga yang menuju ke lantai III itu terdapat ceceran darah yang mulai mengering.

Setelah dimutilasi, lalu potongan kaki dan tangan itu dibuang ke lantai II. Demikian juga dengan potongan kepala korban.

Sementara itu, di lokasi juga terdapat tiga tulisan secara terpisah. Ketiganya ditulis di dinding dan kertas.

Di antaranya, bertuliskan ”Orang ruwet lihat kalau akan menjelang mau meninggal dunia atau mati bahasa Inggris is det siksaan penyakit komplikasi mati mengenaskan”.

BACA: Ada Tato Nama Sugeng di Kaki Korban Mutilasi, Keluarga Della Nangis

Tulisan kedua berbunyi ”Pusat ruwetanmu di mana pun berada yang buat sarang ruwet-ruwetanmu semua terbukti jadi ruwetnya mayat ratusan juta mayat terbelah sama keranda yang dipikul pendosa innalillahi wainalilahi rojiun ikannya ruwet-ruwet siyita + Suyitno jadi seluruh se-Malang Raya Kota Malang Jawa Timur”.

Tulisan lain, juga berbunyi hal yang sama bahwa orang jahat akan mendapat balasan dari perbuatannya.

Dari tiga tulisan itu, bentuk hurufnya ada kemiripan. Seolah mengindikasikan bahwa penulisnya satu orang. Baik tulisan dengan tinta hitam atau tulisan dengan tinta merah.

Polisi Periksa Tiga Saksi

Terpisah, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membenarkan bahwa jasad yang ditemukan dalam keadaan terpotong itu adalah berjenis kelamin perempuan.

Tubuh korban dimutilasi menjadi enam bagian dan dibuang secara terpisah. Semua petunjuk akan dianalisis, termasuk meminta keterangan saksi-saksi.

“Sementara mayat korban kami otopsi, kami juga minta keterangan tiga saksi,” kata mantan Kabagops Polrestro Jakpus ini.

Asfuri menyatakan, penyidik juga segera mengambil sidik jari dari tulisan tangan yang diduga berkaitan dengan kasus mutilasi tersebut. Sedangkan barang bukti (BB) seperti celana dalam dan manekin masih diidentifikasi.

Asfuri menegaskan, memang di TKP ditemukan jasad korban. Pasca terjadi kebakaran beberapa tahun lalu, bagian belakang PBM tidak berfungsi. Hanya parkiran saja yang terpakai.

“Pasca kebakaran dulu, memang sudah tidak ada orang yang lalu lalang di lokasi ini,” pungkasnya.

(radarmalang/one/pojoksatu)