Della Diduga Korban Mutilasi, Keluarga Meratap di RS

Potongan tubuh wanita dimutilasi di Malang
Potongan tubuh wanita dimutilasi di Malang. (Radar Malang)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dua wanita mendatangi RSUD Dr Saiful Anwar Malang (RSAA) untuk melihat jenazah korban mutilasi di Pasar Besar Malang. Dua wanita itu mengaku kehilangan keluarga bernama Della (15).

Sambil menunggu identifikasi polisi di Ruang Mayat RSSA, dua wanita datang tergopoh-gopoh. Keduanya kepada radaramalang.id (grup Jawa Pos/Pojoksatu.id) bagaimana perkembangan penemuan mayat mutilasi yang ditemukan di Pasar Besar Malang (PBM), Selasa siang (14/5).

Dua wanita ini menduga mayat yang ditemukan di PBM merupakan sanak saudaranya yang tidak pulang ke rumah selama dua minggu. Ia meninggalkan rumah sejak Sabtu (27/4/2019).

Kedua wanita itu meratap di rumah sakit. Keduanya menangis dan harap-harap cemas menunggu hasil identifikasi.


BACA: Wanita Korban Mutilasi Diduga Della, Polisi Bilang Begini

Satu di antara wanita itu mengaku bernama Siti Fatimah Tululum (39), warga Muharto. Dia adalah bibi Della.

“Saya lihat foto-foto korban tadi langsung teringat ponakan saya yang pergi sejak 2 minggu yang lalu. Dia umur 15 tahun, tinggalnya di Karangploso,” ujar Siti Fatimah.

“Terakhir pamit lihat bantengan di Karangploso. Nggak dicari karena ayahnya nggak mau cari. Dia ikut anak punk,” tambahnya.

Fatimah menambahkan, dari kondisi fisik yang dilihat mulai dari rambut sebahu dan ukuran badan, mirip dengan keponakannya Della.

Keponakannya tersebut diakuinya tinggal di Karangploso bersama neneknya dan dikenal sebagai anak yang bandel.

“Kalau saya curiga di payudaranya aja. Kalau umur 30 nggak mungkin payudaranya segitu,” tambahnya.

BACA: Ada Tato Nama Sugeng di Kaki Korban Mutilasi, Keluarga Della Nangis 

Selain itu firasat lain juga dirasakannya karena 2 minggu terakhir rindu keponakannya. Bahkan anaknya yang masih SMK akhir-akhir ini sempat memimpikan saudarinya itu.

“Anak saya mimpi Della itu senyum sambil kepalanya ditutupin jarik (kain). Ya semoga bukan ya allah,” tandasnya.

Hingga saat ini belum ada kabar terkait identitas korban. Pihak forensik masih melakukan proses identifikasi.

(rida/one/pojoksatu)