Sejak Februari Sudah 3 Korban di Sekitar Masjid Al Jabar

Tim Basarnas masih melakukan pencarian korban tenggelam di danau sekitar Masjid Al Jabar, Bandung, Selasa (14/5/2019). ft/ist
Tim Basarnas masih melakukan pencarian korban tenggelam di danau sekitar Masjid Al Jabar, Bandung, Selasa (14/5/2019). ft/ist

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pekerja proyek masjid terapung Al Jabar Bandung, Dede Ruhiyat (23) tenggelam Senin (14/5/2019) malam. Dari catatan redaksi, sejak pembangunan masjid terapung yang dibiayai APBD Provinsi Jabar ini, sudah ‘makan’ tiga korban.


Pada Februari lalu, seorang pekerja bangunan asal Purwakarta, Ahmad Sujai jatuh dari bagian kubah karena tidak menggunakan tali pengaman.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Maret 2019, seorang petani asal Rancasagatan yang berusia 50 tahun tewas tenggelam saat mengecek sawahnya di sekitar area proyek masjid terapung tersebut.

Senin malam kemarin, satu orang pekerja tenggelam di danau tersebut dan hingga Selasa siang ini, masih dalam pencarian tim gabungan.


Menurut Kapolsek Gedebage Kompol Oesman, bahwa pihaknya sudah mengimbau agar dipasang papan peringatan di sekitar danau.

“Sudah kami minta agar plang peringatan dipasang, untuk tidak mendekat ke area danau,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dede Ruhiyat yang merupakan pekerja proyek masjid terapung Al Jabar, di kawasan Gedebage Kota Bandung, tenggelam di danau, lokasi pembangunan masjid tersebut, Senin (13/5/2019) malam.

Dede diketahui warga Kampung Jambu Air Rt.01/06, Desa Cinulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumendang.

Petugas kepolisian dari Polsekta Gedebage dan Polrestabes Bandung pun meminta bantuan tim penyelam dari Basarnas untuk melakukan pencarian terhadap korban, sejak semalam pukul 23.00 WIB.

“Kami melakukan pencarian selama 3 jam, mulai dari pukul 23.00 hingga pukul 01.00 WIB, namun tim masih belum menemukan korban,” jelas Kanitreskrim Polsek Gedebage Ipda Budi, saat dikonfirmasi, Selasa (14/5).

Hingga Selasa pagi ini menurut Budi, tim penyelam dari Basarnas masih terus melakukan pencarian.

Kronologis kejadian tenggelamnya Dede bermula ketika korban bersama saudara dan rekannya yaitu Namdi (23), Nuriman (23) dan Agung Nugraha (28) bermain di pinggir danau sambil memancing.

“Korban bersama saudara dan temennya itu merupakan pegawai PT Gasindo yang menangani proyek pembangunan masjid terapung,” jelas Budi.

Sekira pukul 21.30, lanjut Budi, dari keterangan saksi Agung, korban diduga mengalami kerasukan. Saudaranya yang lain berusaha menenangkan Dede, tapi malah marah-marah sambil membuka baju.

Bahkan para saksi pun sempat mengamankan Dede ke samping danau. Namun korban kembali berulah dengan melompat ke danau. “Tanpa kendali korban langsung melompat ke danau lalu berenang menjauhi rekan-rekannya,” terang Budi mengutip keterangan Agung.

Agung sendiri sempat berusaha mengejar Dede, namun sebelum sampai ke daratan, tiba-tiba korban menghilang ke dalam air.

Saksi yang mengikutinya dari belakang sudah tiga kali mencari ke bawah air namun tidak ditemukan juga.

“Akhirnya saksi memberitahukan kepada saudaranya yang ada di lokasi untuk melaporkan kepada kami. Dan hingga saat ini kami masih mencari korban,” terangnya.

(arf/pojoksatu)