Megawati Disebut Pelaku Makar Sesungguhnya, Puan Maharani Pasang Badan ‘Manis’ Hadapi Rachmawati

Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri
Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rachmawati Soekarnoputri menyebut Megawati adalah pelaku makar sesungguhnya.

Itu diungkapkan berdasarkan fakta yang terjadi saat Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden pada 2001 lalu.

Menanggapi tudingan itu, Puan Maharani meminta tidak ada saling hujat yang merembet pada urusan personal akibat dari dinamika politik Pilpres 2019.

Apalagi, katanya, sikap saling caci itu dilakukan di Bulan Suci Ramadan.


“Jadi tidak usah di bulan Ramadan kita saling hujat, apalagi bicara yang hawanya tak positif,” ujar Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Tidak mau berkomentar lebih jauh terkait tantenya itu, Puan justru mengajak semua pihak menunggu keputusan resmi KPU pada 22 Mei 2019 nanti.

“Kita lihat saja tanggal 22 bagaimana proses demokrasi di Indonesia ini berjalan,” ucapnya.

Alih-alih menjawab pertanyaan soal serangan Rachma kepada Mega, Puan justru mengalihkan pembicaraan kepada persoalan pemilu.

Padahal dinamika yang berkembang, sejumlah tokoh oposisi satu persatu dipenjarakan dengan tuduhan makar.

Menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan itu mengharapkan semua pihak bisa menerima hasil pemilu dengan legawa.

“Kalau sudah ditentukan siapa pemenangnya seharusnya semua bisa legawa lah,” tuturnya.

Sebelumnya Rachmawati menuding Megawati telah melakukan makar saat menjadi wakil presiden bagi KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (199-2001).

Rachmawati menyampaikan hal itu untuk merespons dugaan bahwa Mayjen (Purn) Kivlan Zen melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(sta/jpg/pojoksatu)