Ini Pengakuan Dosen Pascasarjana Bandung Penyebar Ujaran Kebencian People Power

Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi menunjukkan unggahan pelaku ujaran kebencian people power. Foto: Arief/PojokSatu.id
Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi menunjukkan unggahan pelaku ujaran kebencian people power. Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG – Tersangka penyebaran ujaran kebencian people power, Solatun Dulah Sayuti mengakui dirinya sengaja memposting melalui akun media sosial miliknya.


Akan tetapi, ia juga mengaku bahwa dirinya tak menyangka efek postingannya itu bakal membawanya ke penjara.

Ia mengungkap, awalnya dirinya sama sekali tak bertujuan memprovokasi atau lainnya.

Sebaliknya, Solatun mengklaim postingannya itu bertujuan mengingatkan agar people power tak terjadi.


“Jadi tujuannya mengingatkan agar tidak terjadi people power. Tapi kontennya saya akui beda dari maksud tujuan saya,” katanya di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabara, Jumat (10/5/2019).

Diakui Solatun, bahwa info people power itu didapatnya dari dua tulisan di grup Whatsapp yang diikutinya.

“Ada videonya juga,” jelasnya.

Dosen pascasarjana perguruan tinggi swasta di Bandung ini membantah dirinya sengaja mengadudomba melalui postingan di akun medsos miliknya itu.

“Saya kalau ngajar selalu minta mahasiswa saya cek-ricek di medsos. Tapi saya sekarang tidak melakukan itu,” jelasnya.

Solatun juga menyatakan, tidak menginginkan polisi nantinya bentrok dengan masyarakat.

“Jangan sampai ini terjadi.
Gak mungkin saya membenturkan people power,” jelasnya.

Atas apa yang sudah terlanju terjadi, Solatun mengaku pasrah dan siap menerima konsekuensi hukuman atas perbuatannya itu.

“Ini kesalahan saya akui, saya perbaiki. Niat (buruk) tidak ada,”

“Dalam postingan ini saya melihat kesiapan polisi, ada rasionalisasi polisi dengan rakyat, bahwa saya mengaku salah dalam hal ini dan meminta maaf,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, akun dengan nama Solatun Dulah Sayuti ternyata tidak hanya satu, melainkan ada lima akun dengan pemilik yang sama.

Dari lima akun dengan nama sama tersebut, hanya empat yang tampak aktif.

Unggahan dan postingan dari keempat akun tersebut pun nyaris semuanya sama.

Dalam beberapa postingan, pemilik akun juga menunjukkan kebencian kepada pemerintahan dan Presiden Joko Widodo.

Sebaliknya, pemilik akun mengesankan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Uniknya, pada dua akun diantaranya, terdapat postingan foto bahwa Solatun Dulah Sayuti adalah caleg untuk DPR RI.

Di foto itu disebutkan bahwa pelaku adalah caleg dari Partai Bulan Bintang untuk Dapil VIII (Cilacap-Banyumas) dengan nomor urut 5.

(rif/ruh/pojoksatu)