Kanwil Kemenkumham Jabar Silahkan BNN Obok-obok Lapas

Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak (pegang mic). Foto: Arief/PojokSatu.id
Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak (pegang mic). Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG – Peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) terus dipersempit ruang geraknya.


Hal ini dikatakan Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak, menanggapi adanya peredaran narkoba di lapas atau rutan.

Liberti menegaskan, pihak Lapas atau Rutan selalu bekerjasama dengan polisi untuk meminimalisir bahkan menghilangkan narkoba.

“Kami terus bersinergis, untuk minimalisir dan bersihkan lapas Rutan dari Narkoba,” jelasnya di kantor BNNP Jabar, Selasa (7/5/2019).


Diakuinya jika l dalam lapas ini, trennya berubah.

“Bahwa ada pengendali (bandar narkoba) dari dalam, namun barang tidak ada di lapas. Itu juga kita bersihkan tanpa pandag bulu,” tegasnya.

Liberti juga menegaskan, narkoba di dalam lapas atau rutan bukan hanya diminimalisir, tapi harus dihilangkan.

“Harus zero di Lapas-Rutan ini, termasuk pengendalian dari dalam lapas,” terangnya.

Bahkan pihaknya sudah mempersilakan Badan Narkotika Nasional (BNN) jika melakukan pendalaman ke Rutan atau Lapas.

“Kami sudah MOU dengan BNN, silahkan jika ada pendalaman keterkaitan napi dengan narkoba,” tegasnya.

Sementara, Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Sufyan Syarif mengatakan, bahwa benar saat ini BNN sudah all acces ke lapas atau rutan jika ada dugaan narkoba.

“Kami berterima kasih, dalam sinergitas mengungkap bahaya narkoba ini dibantu jajaran lapas dan rutan,” jelasnya.

(rif/pojoksatu)