Bos BUMN Tewas di Hotel, PSK Online Kabur

Bos BUMN tewas di hotel Makassar, PSK online kabur
Bos BUMN tewas di hotel Makassar, PSK online kabur

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Salah satu bos BUMN tewas di hotel usai kencan dengan wanita muda yang diduga PSK online di hotel berbintang di Makassar, Sulawesi Selatan.


Bos BUMN itu yakni Marthin Mathius Tambunan, Kepala Cabang PT Pelni Nabire, Provinsi Papua.

Aparat Kepolisian Polsek Biringkanaya masih mendalami motif di balik kematian Marthin Mathius.

Marthin ditemukan tak bernyawa dalam posisi tengkurap di lorong kamar hotel yang berada di Kecamatan Biringkanaya, Makassar.


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Indramoko yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar tersebut.

Kata dia, korban ditemukan tak bernyawa di lantai tujuh hotel.

“Korban sebelumnya dari Nabire kemudian transit di sebuah hotel di wilayah Biringkanaya. Rencananya ia hendak ke Jakarta dalam rangka dinas,” tukas Indramoko, sebagaimana dilansir Berita Kota Makkassar (grup Jawa Pos/Pojoksatu.id), Jumat (3/5).

Bos BUMN tewas di hotel Makassar
Bos BUMN tewas di hotel Makassar

Menurut Indramoko, mayat Marthin Mathius ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan mulut berbusa.

Dikatakan Indramoko, petugas telah melakukan penyelidikan dan meminta pihak Hotel untuk menayangkan rekaman CCTV.

Dalam rekaman CCTV terlihat korban ditemani seorang wanita yang diduga PSK online.

“Korban dan wanita itu masuk ke dalam kamar. Tampak pula saat korban hendak menghembuskan nafas terakhirnya sempat berada di lorong kamar dan seketika korban tumbang,” katanya.

Saat korban jatuh, wanita muda yang diduga PSK berusaha menolong korban. Wanita muda itu tampak panik, kemudian meninggalkan korban seorang diri.

“Wanita yang ditemaninya itu kaget. Ia mencoba melakukan pertolongan. Hanya saja ia panik dan seketika melarikan diri,” beber Indratmoko.

Bos BUMN tewas di hotel Makassar
Wanita muda berusaha menolong bos BUMN yang tewas di hotel Makassar

Dari hasil olah TKP, kata Indramoko, ditemukan alat kontrasepsi bekas pakai. Diduga, korban baru saja melakukan hubungan badan dengan wanita muda yang bersamanya.

“Ada alat kontrasepsi bekas ditemukan di TKP sehingga diduga kuat jika korban ditemani oleh seorang wanita PSK online,” imbuhnya.

“Dari pihak hotel juga menyebutkan bahwa korban ditemani seorang wanita dan itu terkuak dari CCTV. Kini wanita itu dalam pengejaran,” kata Indramoko.

Jasad korban tak diotopsi karena pihak keluarga menolak. Keluarga meminta agar jenazah korban dipulangkan ke kampung halamannya, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

(ish/cha/one/pojoksatu)