Ini Deretan Alasan Palangkaraya Layak Gantikan Jakarta sebagai Ibukota Negara

Permukiman di DKI Jakarta yang sudah diapit gedung-gedung tinggi. Foto: Indopos
Permukiman di DKI Jakarta yang sudah diapit gedung-gedung tinggi. Foto: Indopos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dua kota di Kalimantan dan Sulawesi disebut-sebut menjadi pilihan paling logis terkait tencana ibukota negara pindah ke luar Pulau Jawa.


Dua kota yang menjadi opsi pengganti Jakarta yakni Mamuju, Sulawesi Barat dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Anggota Komisi VI DPR RI, Hamdani mengaku setuju bila Palangkaraya bila menjadi ibu kota.

Alasannya, wilayah disana yang lebih aman karena jauh dari jalur lempeng bumi penyebab bencana gempa bumi.


Selain itu, luas lahan yang dimiliki Palangkaraya juga masih cukup luas dan bisa dikembangkan di kemudian hari.

“Secara geografis juga berada ditengah-tengah Indonesia dan dunia, bahkan dinyatakan aman dari bencana alam seperti gempa,” kata Hamdhani saat dihubungi, Rabu (1/5/2019).

Dia menyebut, bila memungkinkan Presiden Joko Widodo segera menetapkan Palangkaraya sebagai ibukota pemerintahan Republik Indonesia.

Politisi partai Nasdem itu menyebut, penelitian Geologi Kegempaan dari LIPI pun menyatakan, Kalimantan, termasuk Kota Palangkaraya lebih aman dibandingkan pulau lainnya.

Gempa dan tsunami selalu terjadi di dekat batas lempeng bumi dan sesar (patahan) aktif. Demikian pula gunung berapi.

Sementara lokasi Pulau Kalimantan jauh dari batas lempeng bumi dan sesar aktif.

“Hasil penelitian LIPI tidak diragukan lagi. Jadi, sekarang ini perlu ada keputusan lanjutan terhadap rencana pemindahan ibu kota,” beber Hamdani.

Hamdani mengungkap, wacana pemindahan ibukota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa sejatinya sudah pernah digagas oleh Presiden pertama RI, Soekarno pada 1957.

Pada tahun itu Bung Karno berencana menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota.

Untuk itu, sejak awal memang kuat keinginan menjadikan Kota Palangkaraya sebagai Ibu Kota Negara.

“Saya melihat sudah tepat keputusan Presiden Jokowi untuk memindahkan ibu kota pemerintahan Indonesia di luar Pulau Jawa,” katanya.

Dengan berbagai alasan tersebut, ia berharap agar Palangkaraya segera ditetapkan sebagai Ibukota Negara RI.

“Saya berharap Palangkaraya segera ditetapkan sebagai lokasinya,” ujar Hamdani.

Sementara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Mamuju memang rentan bencana.

“Mamuju rawan banjir, banjir bandang, longsor, puting beliung, dan gelombang pasang,” kata Sutopo kepada wartawan.

Berdasarkan catatan, pernah terjadi banjir yang mengakibatkan ribuan warga terdampak.

Banjir pada 22 Maret 2018 lalu menyebabkan 1.089 Kepala Keluarga terdampak,” bebernya.

Selain itu, gempa bumi juga menjadi kerawanan di Mamuju. Kawasan itu punya letak di dekat sesar aktif yang bisa menimbulkan gempa.

“Karena letaknya dikelilingi beberapa sesar aktif seperti Sesar Makassar Thrust, sesar Palukoro, sesar Matano, sesar Lawanopo dan sesar Walanae,” urainya.

(jpg/ruh/pojoksatu)