Eks TNI Culik dan Perkosa 6 Anak SD, Ada yang Dibuang di Jalan

Korban penculikan anak di Kendari dibuang di jalan
Korban penculikan anak di Kendari dibuang di jalan

POJOKSATU.id, KENDARI – Penculikan dan pemerkosaan anak SD di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggegerkan publik.


Pelaku penculikan dan perkosaan merupakan bekas anggota TNI, Adrianus Pattian. Ia memperkosa enam anak di Kota Kendari secara bergilir. Pelaku berhasil ditangkap pada Rabu, 1 Mei 2019 kemarin.

Sesaat setelah penangkapan, Adrianus langsung diterbangkan ke Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) atas perintah langsung dari panglima TNI.

Di Makassar, pelaku akan menjalani serangkaian proses pemeriksaan.


“Perintah langsung dari Panglima melalui Dandem 143 HO hari ini juga untuk dibawa ke Makassar biar diproses cepat,” ucap Kapenrem Korem 143 Halu Oleo, Mayor ARM Sumarsono, Rabu (1/5/2019).

Sumarsono mengatakan, pelaku terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup. Pelaku juga akan menjalani proses persidangan militer.

“Dua tahun lalu pelaku ini punya masalah, hanya belum selesai prosesnya yang bersangkutan lari, sehingga kita selesaikan dulu hukumannya di militer,” tambahnya.

Eks TNI perkosa 7 anak di Kendari ditangkap
Eks TNI perkosa anak SD di Kendari ditangkap

Penculikan dan pemerkosaan anak yang dilakukan Adrianus terbongkar setelah kedapatan menculik anak di salah satu SD pada Senin (29/4).

Saat itu, pelaku menjemput korban di sekolahnya dengan menggunakan sepeda motor.

Kepada korban, pelaku mengaku sebagai orang suruhan ayahnya. Namun di tengah perjalanan, korban malah dibawa ke tempat lain.

Polisi yang mengetahui penculikan tersebut langsung melakukan pengejaran. Polisi mendapati pelaku di Nang-nang Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Mengetahui dikejar polisi, pelaku langsung menjatuhkan korban di tengah jalan. Pelaku kabur ke dalam hutan Nanga-nanga.

“Saya langsung turun dan memeluk anak tersebut. Kami bersama TNI mengejar pelaku dengan menyisir area hutan,” kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Diki Kurniawan kepada Kendari Pos, Senin (29/4/2019).

Pelaku baru bisa ditangkap pada Rabu, 1 Mei 2019 kemarin. Pelaku ditangkap di Lorong Cendana, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sultra, sekitar pukul 10.40 WITA.

“Pelaku sudah kita tangkap. Atas kerja sama antara TNI dan Polri,” jelas Dandim 1417 Kendari, Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Korban penculikan dan pemerkosaan anak di Kendari
Korban penculikan dan pemerkosaan anak di Kendari dievakuasi polisi

Fajar mengatakan, pelaku ditangkap saat bersembunyi di salah satu rumah warga yang berada di sekitar Lorong Cendana dan Lorong Jati, Kendari.

“Pelaku bersembunyi di kolong tempat cucian warga. Di situ pelaku kami tangkap dan langsung diamankan,” ujar Fajar.

Saat ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan. Pelaku memukul salah seorang anggota TNI dari Kodim 1417 Kendari.

“Pelaku sempat melawan, anggota kami terkena pukulan, sehingga mengalami pecah di bagian bibir,” ujarnya.

Adrianus Pattian, pelaku penculikan dan pemerkosaan anak di Kendari ditangkap
Adrianus Pattian, pelaku penculikan dan pemerkosaan anak di Kendari ditangkap. (Kendari Pos)

Aparat sempat kewalahan mengevakuasi pelaku, karena warga yang geram mulai memadati lokasi penangkapan. Warga lantas menghajar pelaku hingga babak belur.

Dalam video yang beredar, ratusan massa menghadang pelaku yang telah diamankan petugas.

Massa yang geram berusaha menghajar pelaku. Beruntung aparat TNI dan polisi berhasil mengamankan pelaku dari amuk massa.

Polisi terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara agar massa menahan diri dan tidak bertindak beringas.

Dalam video lain, tampak dua bocah korban pemerkosaan dimasukkan ke dalam mobil polisi. Baju korban tampak dipenuhi darah. Diduga, darah itu berasal dari alat vital korban yang diperkosa pelaku.

(one/pojoksatu)