Beredar Video Penampakan Saat Banjir Bandang di Bogor

Penampakan saat banjir di Leuwisadeng Bogor
Penampakan saat banjir di Leuwisadeng Bogor

POJOKSATU.id, BOGOR – Banjir di Bogor, tepatnya di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada Kamis (25/4) petang menyisakan cerita mistis.

Saat banjir bandang menerjang, tampak sesosok penampakan putih di bawah pohon menyerupai kuntilanak.

Penampakan itu terekam dalam video berdurasi 30 detik. Video penampakan itu menjadi perbincangan ramai di media sosial sejak Sabtu pagi, 27 April 2019.

Awalnya, warga merekam banjir yang menerjang pemukiman penduduk di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng.

Arus air cukup deras hingga masuk ke dalam rumah penduduk. Bahkan, jalan-jalan terlihat seperti sungai. Ketinggian air nyaris setinggi pagar rumah.

Banjir di Leuwisadeng Bogor

Banjir di Leuwisadeng Bogor

Saat warga sedang merekam banjir, tiba-tiba kilat menyambar-nyambar. Pada saat itulah, tampak sesosok bayangan putih dari kejauhan. Sosok itu berdiri di tengah banjir, tepatnya di bawah pohon.

Penampakan itu terlihat pada detik ke-14, saat petir dan kilat menyambar-nyambar.

Sebagian warganet menyebut penampakan itu adalah hantu kuntilanak. Namun, sebagiannya menyebut penampakan putih itu merupakan tembok yang bagian atasnya terhalang oleh dedaunan, sehingga tampak seperti hantu.

Berikut ini video penampakan saat banjir di Leuwisadeng Bogor pada malam Jumat lalu. Perhatikan detik ke-14.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras menyebabkan aliran sungai meluap dan membanjiri ratusan rumah warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, terendam banjir, Kamis malam (25/4/2019).

Banjir menerjang empat RT di RW 04, Desa Sadeng, yakni RT 01, 02, 03, dan 04.

“Ya, empat RT kebanjiran. Banjir tadi sekitar pukul 19:30 WIB,” ujar warga setempat, Junadi.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Jujun menuturkan, banjir terjadi akibat meluapnya sungai Cinanggung.

“Kondisi sungai yang dangkal dan menyempit membuat air tidak tertampung dan meluap ke pemukiman,” tuturnya.

Lanjut Jujun, akibat banjir tersebut, ratusan kepala keluarga mengungsi sementara.

“Ada ratusan rumah yang terendam. Sebagian mengungsi dulu sampai surut,” tukasnya.

(one/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini