Selain Prabowo, Habib Rizieq juga Dilaporkan Ade Armando ke Mabes Polri

Habib Rizieq Shihab, jokowi, pilpres 2019
Habib Rizieq Shihab.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ternyata, bukan hanya Prabowo Subianto saja yang dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri, melainkan juga Habib Rizieq Shihab.

Keduanya dilaporkan oleh Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) yang didampingi pakar Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.

Ade menuturkan, pelaporan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam itu lantaran diduga telah melakukan penghasutan.

BACA: Prabowo Dipolisikan karena Ngaku-ngaku Menang, Ini Identitas Pelapornya


Penghasutan dimaksud tertuang dalam video yang beredar di berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, terang Ade, Rizieq mengajak kubu Prabowo-Sandi agar jangan mau menemui kubu Jokowi-Ma’ruf.

Alasannya, karena kubu pasangan nomor urut 01 itu telah melakukan kecurangan pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan ini.

BACA: Saling Klaim Kemenangan, Jokowi dan Prabowo Sama-sama Lakukan Kejahatan

Menurut Ade, apa yang disampaikan Rizieq itu dianggap telah membangun ketidakpercayaan publik atas penyelenggaraan dan hasil-hasil pemilu di tanah air.

“Itu termasuk menghasut masyarakat untuk tidak percaya pada hasil pemilu,” jelas Ade kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Untuk memperkuat pelaporannya itu, Ade Armando juga membawa sejumlah barang bukti.

BACA: TKN Gak Kaget Prabowo Klaim Kemenangan: Narasi Kecurangan Prabowo-Sandi itu Kecurangan

Diantaranya berupa video yang didapatnya melalui media sosial Whatsapp.

“Itu video yang menyebar di WA oleh Rizieq Shihab, yang melakukan pernyataan itu ada di dalam video,” beber Ade.

Dalam pelaporan tersebut, Ade menyangkakan Pasal 160 KUHP tentang pengahasutan.

BACA: Datangi Prabowo, Luhut Minta Jatah Menteri?

“Pasalnya 160 KUHP soal penghasutan,” tuturnya.

Sementara, meski Rizieq sampai saat ini tak berada di Indonesia, dirinya optimis Rizieq tetap bisa dijerat.

“Di mana pun berada, dia tetap bisa diproses polisi. Karena dia warga negara Indonesia jadi dia menyampaikan itu, sebagai warga negara,” tegasnya.

BACA: BPN Prabowo-Sandi Tagih Janji La Nyalla, “Mau Potong Leher Sendiri atau Ada Orang yang Motong?”

Sedangkan untuk Prabowo Subianto, Ade menyangkakan pasal yang sama dengan yang dipakai polisi untuk menjerat mantan tim suksesnya, Ratna Sarumpaet.

“Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 tahun 1946, ancaman maksimal tiga tahun penjara,” katanya.

Untuk pelaporan atas Prabowo, Ade juga membawa sejumlah barang bukti.

BACA: Salah Input Data Suara juga Rugikan Jokowi-Ma’ruf, KPU: Faktanya Seperti Itu

Diantaranya berupa dua rekaman video klaim capres nomor urut 02 bahwa dirinya telah memenangkan Pilpres 2019.

Video itu sendiri didapat dari berbagai sumber, termasuk dalam penayangan di televisi.

“Barang bukti kami ambil dari YouTube, tapi yang satu rekaman berita dari TVOne dan CNN,” tuturnya.

BACA: Dikira Video Bentrok Massa 01 vs 02 di Magelang, Ternyata GPK vs PP

Prabowo sendiri dianggap Ade Armando telah menyebarkan kebohongan terkait klaim kemenagannya di Pilpres 2019.

Saat itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengklaim kemenangan berdasarkan real count internal dengan angka 62 persen.

(*/ruh/pojoksatu)