Hubungan Caleg Sugimin dengan Pelaku, Polisi Bingung Menjelaskan: Ini Aib Orang

Sugimin, Anggota DPRD Sragen, caleg sugimin
Sugimin, Anggota DPRD Sragen

POJOKSATU.id, WONOGIRI – Anggota DPRD Sragen yang juga caleg Golkar, Sugimin diduga dibunuh wanita berinisial NK (41), dengan cara diracun.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti melalui Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya kemarin mengatakan Sugimin dan NK memiliki hubungan yang rumit. Kasat reskrim enggan mempublikasikan hubungan keduanya dengan pertimbangan menyangkut aib seseorang yang sudah meninggal.

BACA JUGA: Raja Tega…Pelaku Racuni Caleg Sugimin, Lalu Jual Mobil Korban

“Hubungan mereka sudah lama. Masing-masing sudah punya pasangan resmi. Yang namanya hubungan sudah lama, aset tersangka juga banyak dijadikan agunan oleh korban. Ya bagaimana ya menjelaskannya, ini aib orang. Karena hubungan itu, ada sakit hati. Terjadilah meracuni itu,” kata Adit.

Diberitakan sebelumnya, usai membunuh Sugimin, pelaku juga menjual mobil milik korban.


NK yang merupakan warga Kaloran, Kelurahan Giritirto, Wonogiri meracuni Sugimin sebanyak tiga kali menggunakan kapsul obat diare yang diisi racun tikus.

Setelah itu NK menjual mobil Isuzu Panther seri Grand Touring nomor polisi AD 9210 RE milik korban senilai Rp 98 juta.

BACA JUGA: Alasan Bu Dosen Bunuh Anggota DPRD Sragen, Janji Nikah dan Biaya Caleg

“Transaksi dan DP (down payment)-nya dilakukan Senin malam (15/4). Sedangkan transaksi jual belinya Selasa siang (16/4). Sorenya, tersangka kita panggil dimintai keterangan, pengembangan dari keterangan M, ayahnya (tersangka),” papar

Polres Wonogiri masih mempertimbangkan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Termasuk status M, 66, ayah NK yang memberikan keterangan palsu terkait kematian Sugimin. “M ini hanya disuruh NK untuk membuat laporan ke polisi,” katanya.

Ditambahkan Aditia, awalnya NK meminta M menjemputnya di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Selasa dini hari (16/4). Tiba di rumah sakit, M mengetahui bahwa Sugimin sudah meninggal dunia.

Sekitar pukul 03.00, M melapor ke polisi seolah-olah menemukan korban di gang antara Mako Satlantas dan SMPN 1 Wonogiri.

“Kita pertimbangan kemanusiaan dan sosial. Jadi belum ada tersangka baru. NK melakukan aksinya sendirian. Bapaknya tidak terlibat,” ungkap Aditia.

Polisi akan menjerat NK dengan pasal 480 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Barang bukti yang diamankan yakni sebuah dompet warna hitam milik Sugimin, satu saset obat diare isi dua kapsul dan mobil Isuzu Panther AD 9210 RE.

Sementara itu, NK yang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri dalam kondisi baik. Itu diungkapkan Kepala Keamanan Rutan Wonogiri Agus Susanto mewakili Kepala Rutan Urip Dharma Yoga.

NK ditempatkan di blok wanita bersama 12 tahanan lainnya. Tersangka tidak melewati tahap karantina karena tidak ada tempatnya. “Kalau wanita bloknya juga sudah terpisah (dengan tahanan lain, Red). Dikarantina malah tidak ada temannya. Isinya tahanan laki-laki semua,” beber Agus.

Sejak dititipkan di rutan, Rabu (17/4/2019), belum ada pihak keluarga yang menjenguk NK.

(jpg/fat/pojoksatu)