Tas Mencurigakan Berisi Kabel Ditemukan, Warga Panik

Ilustrasi Bom
Ilustrasi Bom

POJOKSATU.id, JAKARTA- Warga di Jalan Otista tepatnya di Kampung Babakan Loa Desa Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul digegerkan dengan sebuah tas mencurigakan di depan rumah warga Jumat pagi (12/4). Tas di depan rumah warga itu dicurigai sebagai bom.


Mendapati tas mencurigakan, warga kemudian melaporkannya ke polisi. Unit Jibom Brimob Polda Jawa Barat akhirnya diturunkan untuk mengevakuasi tas mencurigakan tersebut.

Sekitar 30 menit sejak pukul 08.00, Jalan Otista ditutup saat unit Jibom Polda Jabar memeriksa tas mencurigakan itu. Kepolisian pun mengalihkan arus lalu lintas ke Jalan Samarang dan Jalan Suherman untuk memperlancar proses evakuasi. “Tas yang dicurigai itu bukan sebuah bom. Tas tersebut hanya berisi kabel-kabel. Nggak ada masalah,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan kemarin.

Dia menduga tas tersebut milik tukang perlengkapan elektronik yang ketinggalan. Selain berisi kabel, dalam tas tersebut juga ditemukan sejumlah alat-alat lain. “Itu perlengkapan tukang elektronik. Kayaknya kelupaan,” katanya.


Budi meminta masyarakat tidak khawatir. Semuanya sudah selesai dan diamankan. “Clear sudah nggak ada masalah. Nggak usah khawatir,” ujarnya.

Dirinya memastikan setiap laporan dari masyarakat akan ditanggapi dengan cepat. “Meski yang ditemukan bukan barang berbahaya. Namun kewaspadaan tersebut memang harus dilakukan,” terangnya.

Deding (58), pemilik rumah mengaku pertama kali menemukan tas berwarna hitam tersebut sekitar pukul 04.30 usai pulang dari masjid. “Saya lihat tas itu ketika akan mengambil sapu di depan rumah, melihat tas tergeletak di depan rumah,” katanya.

Saat itu, dia memanggil istrinya untuk menanyakan tas tersebut, tetapi tidak mengenalnya. Karena penasaran dirinya mencoba memeriksa dan melihat ada kabel keluar dari dalam tas. “Saya langsung curiga itu bom karena ada kabel keluar. Lalu saya lapor ke polisi supaya diperiksa,” ucapnya.

Dia menduga bom karena semalam tidak ada orang yang berkunjung ke rumahnya, termasuk tukang elektronik. “Sekarang saya lega, setelah diperiksa dan bukan bom,” paparnya.

(dhe/pojoksatu/jpr)