Beredar Data Hasil Pilpres 2019 di Luar Negeri, Ini Penjelasan KPU

Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta Ketua KPU, Arief Budiman saat debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri La, Sabtu (30/3/2019) malam. ft/jawapos, tps capres
Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta Ketua KPU, Arief Budiman. (ft/Jawapos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dua hari terakhir beredar data hasil Pemilu 2019 di luar negeri yang memang sudah mulai pemungutan suara sejak 8 April lalu. Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan data tersebut bukan real count dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.


Dari data yang sudah ramai di media sosial, pemungutan suara sudah dilakukan di sejumlah kota di luar negeri.

Hasilnya, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, unggul dominan di sejumlah kota.

BACA JUGA: Gatot Nurmantyo Puji Prabowo Subianto Tak Pernah Gagal

Seperti di Saudi Arabia meraih 65,4% suara berbanding 25,6% raihan Joko Widodo-Maruf Amin. Di Yaman, paslon 01 meraih 23,4% sementara 02 mendapat 66,6% suara.


Di Amerika Serikat, Prabowo-Sandi juga unggul telak dengan raihan 89,9% suara, sementara Jokowi-Maruf hanya 9,4% suara.

Pasangan Jokowi-Maruf hanya meraih kemenangan tipis di Taiwan dan Papua Nugini.

Atas beredarnya data tersebut, KPU RI memrilis keterangan resmi. Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari
membenarkan pemungutan suara Pemilu 2019 di Luar Negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU No 644/2019 yaitu early voting pada tanggal 8-14 April 2019.

Komisioner KPU Hasyim Asyari, server kpu
Komisioner KPU Hasyim Asyari

Namun pemungutan suara yang telah dan sementara berjalan baru dilakukan di beberapa kota. Yaitu di Sana’a, Yaman pada 8 April. Kemudian pada Selasa 9 April 2019 di Panama City dan Quito serta di Bangkok dan Songkhla pada Rabu kemarin.

BACA JUGA: Bawaslu Panggil Kapolsek Pamekasan, Diduga Fitnah Capres 02

”Selain jadwal tersebut kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan. Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yang beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” terang Hasyim dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (11/4/2019).

Hasyim menjelaskan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga metode. Pertama memilih di TPSLN yang ada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI). Kedua, memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yangg bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI, serta memilih dengan metode pos.

”Kegiatan penghitungan suara pemilu di LN dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat,” lanjutnya.

Dengan demikian, kata Hasyim, hasil penghitungan perolehan suara pemilu LN yang dilakukan PPLN dan KPPSLN baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

”Hasil perolehan suara pemilu LN (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai,” ujarnya.

”Bila sekarang ini beredar kabar ttg perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi (real count) yang dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN,” pungkasnya.

Berikut data hasil perhitungan suara LN yang sudah beredar ke publik:

Saudi Arabia
01 : 25,6%. 02 : 65,4% suara

Yaman

01 : 23,4% 02 : 66,6% suara

Belgia

01 : 17,1%. 02 : 82,2% suara

Jerman

01 : 12,3%. 02 : 87,7% suara

UEA
01 : 22,7%. 02 : 61,3% suara

USA
01 : 9,4% 02 : 89,9% suara

Ukraina

01 : 3,4%. 02 : 96,6% suara

Papua Nugini
01 : 57,1% 02 : 42,3% suara

Taiwan
01 : 59,8% 02 : 40,2% suara

Hongkong

01 : 45,2% 02 : 46,8% suara

Korea Selatan
01 : 35,2% 02 : 64,8% suara

(fat/pojoksatu)