Polres Indramayu Bongkar Komplotan ‘Semok’, Pelaku dan Penadah Diringkus

Barang bukti kasus curanmor yang melibatkan komplotan Semok diamankan di Mapolres Indramayu.
Barang bukti kasus curanmor yang melibatkan komplotan Semok diamankan di Mapolres Indramayu.

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komplotan Curanmor asal Indramayu pimpinan Semok berhasil diamankan jajaran Polres Indramayu. Mereka kerap melakukan aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor di halaman rumah warga.

Komplotan Curanmor yang dikenal sadis ini, tak segan melukai korbannya jika berteriak meminta pertolongan atau melakukan perlawanan.

Menurut Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris, M.Y Marzuki, komplotan ‘Semok’ berhasil diungkap atas laporan korbannya, bernama Deny Indra, pada Januari 2019 lalu.

BACA JUGA: Pengurus Honorer K2 Ungkit 9 Janji Politik Jokowi di Pilpres 2014, Ini Daftarnya

“Tim Buser lalu mendalami laporan korban, sejak akhir Januari pelaku atas nama Reno alias Semok (33) dikenal lihai dan licin saat akan ditangkap,” papar Kapolres Indramayu AKBP M Yoris, M.Y Marzuki saat ditemui di Mapolda Jabar, Rabu (3/4/2019).


Pada 26 Maret 2019 lalu, tim Buser melakukan patroli di daerah kecamatan Bangodua. Saat itu pelaku akan melakukan aksinya melakukan begal di jalan sepi kawasan Bangodua.

“Tim Buser telah memantau tempat tinggal Semok selama hampir dua bulan. Saat akan beraksi di dekat kediamannya, Semok kita amankan tanpa perlawanan,” jelas Yoris.

Dari hasil interogasi kepada Semok, menyebutkan satu nama pelaku lainnya, yang merupakan komplotannya.

BACA JUGA: Protes Agenda Silatnas Honorer K2 dengan Jokowi, Itong: Jangan Hobi Dibohongi

“Lalu tim bergerak ke Karangampel, untuk menangkap Padori alias Edo. Edo ini sebagai pemetik, jika Semok usai beraksi,” terangnya.

Dari pengakuan Semok dan Edo, menyebutkan telah beraksi melakukan begal dan pencurian motor, sebanyak 29 TKP.

“Kedua pelaku melakukan aksinya di seluruh kecamatan di Wilayah Kabupaten Indramayu. Untuk modusnya begal di tengah jalan atau mencuri di halaman rumah warga,” terangnya.

Tim juga berhasil mengamankan 12 (dua belas) unit kendaraan bermotor hasil kejahatan, 1 (satu) buah kunci later T, 10 (sepuluh) anak kunci, 1 (satu) buah kunci later L, 1 (satu) buah magnet alat pembuka kontak, 2 (dua) buah obeng, 1 (satu) buah kunci inggris , 1 (satu) buah lakban warna hitam.

BACA JUGA: Sebelum Dikeroyok Pendukung Prabowo-Sandi, Yuli Wijaya Dipaksa Buka Baju Bergambar Jokowi

“Saat ini tim masih memburu empat pelaku lainnya, yamg merupakan satu komplotan curanmor grup Semok. Keempat pelaku yang DPO yakni Samir, Denggol, Gugun, dan Tebok,” jelasnya.

Para pelaku ini, biasanya mengincar kendaraan roda dua jenis matic.

“Kebanyakan jenis matic seperti Honda beat, Vario. Untuk jenis bebek biasanya jenis honda Supra X,” paparnya.

Para pelaku mengakui sepeda motor hasil pencurian tersebut, dijual seharga Rp2,5 juta kepada Bukhori.

“Untuk penadahnya sudah tertangkap atas nama Bukhori, dua orang penadah lainnya berstatus DPO yakni Basirun dan Mujir,”terangnya.

Motif dari para pelaku ini ekonomi. Dimana hasil penjualan motor curian dibagi.

“Semok sebagai pemimpin mendapat bagian dari penjualan motor sebesar Rp 900.000,” jelasnya.

Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.

“Sedangkan untuk penadah kendaraan, kita jerat pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas Lima tahun penjara,” pungkasnya.

(arif/pojoksatu)