14 Tersangka Mafia Bola Sebentar Lagi Diseret ke Kejaksaan

FGD satgas mafia sepakbola digelar di Bandung, Kamis (28/3/2019)
FGD satgas mafia sepakbola digelar di Bandung, Kamis (28/3/2019)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Satgas Anti Mafia Bola Polri telah mengamankan 14 tersangka yang tersangkut dalam dugaan match ficxing atau pengaturan skor sepakbola.

Kasatgas AntiMafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, bahwa saat ini 14 tersangka ini sudah ditahan.

Demikian disampaikan Hendro Pandowo saat menjadi pembicara dalam FGD dengan tema ‘Membangun Masa Depan Sepakbola Indonesia bersama Satgas AntiMafia Bola, Kamis (28/3)

“Semuanya sudah ditahan, termasuk JD (Joko Driyono) yang kami tahan Senin kemarin,” jelas Hendro.


Hendro melanjutkan, u
Untuk 13 tersangka yang lebih dulu diamankan, bahwa pemberkasannya saat ini tengah dikebut.

“Segera kita limpahkan ke Kejaksaan ya,” jelasnya.

Menurut Hendro, Satgas AntiMafia hingga saat ini masih terus mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait adanya pengaturan skor ini.

“Meski sudah ada tersangka, kami terus mengumpulkan informasi perihal adanya ketidakadilan dalam dunia persepakbolaan Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah melakukan penahanan terhadap Joko Driyono usai melakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (25/3).

Plt Ketua Umum PSSI itu dijerat dengan Pasal 363 KUHP, Pasal 232 KUHP, Pasal 233 KUHP dan Pasal 235 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Untuk diketahui, dalam kasus mafia bola, Satgas sudah menetapkan 16 orang sebagai tersangka diantaranya, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika, dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto.

Juga seorang wasit pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan PSS Pasuruan bernama Nurul Safarid.

Selanjutnya, staf Direktur Penugasan Wasit di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berinsial ML.

Selain ML, Satgas juga menetapkan status tersangka kepada CH, DS, P dan MR. Namun belum ada penjelasan terkait empat tersangka lainnya.

Selain itu, terdapat 4 tersangka tetkait dengan kasus perusakan barang bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani, dan Abdul Gofur, dan Plt Ketum PSSI Joko Driyono.

Dalam hal ini, Joko menjadi aktor intelektual yang menyuruh ketiga tersangka lainnya untuk mengambil barang bukti ydi kantor Komdis PSSI yang sudah diberi garis polisi.

Selanjutnya, pegiat sepakbola Indonesia, Vigit Waluyo sebagai tersangka dalam kasus skandal pengaturan skor.

Penetapan tersangka ini dilakukan pada Senin (14/1) karena memberikan dana sebesar Rp115 juta kepasa Mbah Putih agar PSMP Mojokerto bisa naik kasta dari liga 3 ke liga 2.

Terakhir, eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat sebagai tersangka kasus pengaturan skor setalah dilakukan gelar perkara.

Dia diduga berperan mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga antara Madura FC melawan PSS Sleman di Liga 2 2018. Hidayat ingin PSS Sleman dimenangkan agar lolos ke Liga 1.

(rif/fir/pojoksatu)