Gerombolan Siswa SMP Sawer Guru itu di Jakarta Utara?

Tangkapan layar video sejumlah siswa sawer guru di dalam kelas.
Tangkapan layar video sejumlah siswa sawer guru di dalam kelas.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Video viral tentang segerombalan siswa sawer guru kabarnya terjadi di Jakarta Utara. Video yang diunggah di akun instagram Lambe Turah itu dikomentari banyak wargenet dan ada yang membeberkan lokasi sekolah tersebut.


Dalam video berdurasi 30 detik itu, diunggah pada, Jumat (22/3/2019), menunjukkan perilaku tak sopan sejumlah siswa.

BACA JUGA: Pemasok Ekstasi Asal Malaysia Diciduk Polres Jakbar

Tampak 7-8 siswa berseragam SMP berjoget diiringi musik sembari bernyanyi menyawer seorang guru perempuan di dalam kelas.

Guru tersebut dikerumuni para siswa sambil menyayungkan lembaran uang, mirip acara dangdutan. Sementara guru tersebut hanya bisa terdiam tak kuasa menghentikan aksi tak terpuji para muridnya.


Bukan cuma itu, ada juga siswa tampak tidak mengenakan baju naik ke meja guru sambil joget-joget.

Dalam unggahan Lambe Turah itu, mayoritas netizen mengecam aksi para siswa tersebut.

BACA JUGA: Jadi Korban Pelecehan, Mahasiswi UIN Lampung Laporkan Dosen Pembimbing ke Polisi

“Ntar keciduk, sok sok an nangis, minta maap, dimaapin, kelar…. jangan dibiarin TUMAN!!! Mau jadi apa Indonesia???” komentar akun Pageantfighter.

Ada juga yang menyebut lokasi sekolah tersebut. Meski informasi ini belum bisa dipastikan.

“SMP MAHA PRAJNA CILINCING JAKARTA UTARA,” tulis akun jlo2701.

Video tersebut juga diunggah paranormal Mbah Mijan di akun twitternya. Ia menambahkan keterangan bernada keprihatinan atas prilaku siswa jaman sekarang.

BACA JUGA: Heboh Video Siswa Sawer Guru Perempuan di dalam Kelas, Naik ke Meja Sambil Buka Baju

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, setahun terakhir berkali-kali terjadi, ada apa? Siapa yang salah dan siapa yang paling bertanggungjawab?” tulis Mbah Mijan.

Mbah Mijan menilai fenomena kenakalan pelajar belakangan ini dipicu beberapa faktor.

“Faktor Lingkungan Pendidikan, Lingkungan Pergaulan, dan Lingkungan Keluarga,” lanjut Mbah Mijan.

(fat/pojoksatu)