5 Perampokan dan Pembobolan ATM Didalangi WNA, Dampak Visa Bebas Kunjungan

Skimming
Warga Bulgaria ditangkap karena terlibat kasus skiming di Bali. (Istimewa)

POJOKSATU.id, BALI – Keputusan pemerintah mengobral visa bebas kunjungan demi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) justru mendatangkan masalah kriminal di Bali.


Betapa tidak, dari rentetan perampokan dan pembobolan ATM, pelakunya adalah warga negara asing (WNA).

Sejak 2018 hingga sekarang, sedikitnya terjadi 5 kasus perampokan dan pembobolan ATM yang dilakukan WNA di Bali.

Kepala Imigrasi Kelas I Denpasar Wisnu Widayat mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya terkait pengawasan orang asing.


Salah satunya dengan membentuk Timpora di tingkat kecamatan sesuai dengan perintah UU tentang Pengawasan Orang Asing.

“Pembentukan Timpora di tiap kecamatan untuk mempermudah pengawasan terhadap orang asing yang datang ke Bali,” tutur Wisnu Widayat.

Timpora ini adalah ujung tombak dari pengawasan orang asing. Tentunya bersinergi dengan kepolisian dan lainnya. Bentuk pengawasannya adalah berupa pelaporan.

Jika ada oknum wisman ditemukan melakukan tindakan yang perlu diambil tindakan segera dilaporkan ke imigrasi. Nanti imigrasi yang menindaklanjuti.

Dia berpendapat banyak wisman yang melanggar hukum di Bali merupakan salah satu sisi negatif dari pemberian bebas visa kunjungan alias visa on arrival (VoA).

Namun, hal itu tak bisa menjadi persoalan karena itu sudah menjadi keputusan pemerintah. Intinya harus meningkatkan pengawasan.

Sebab wisman diberikan bebas visa untuk berlibur, tapi ada yang disalahgunakan. Seperti kasus perampokan baru-baru ini.

Wisnu mengklaim, sejak Januari – Maret, Imigrasi sudah melakukan tindakan administrasi keiimigrasian kepada 14 orang wisman, dan langsung di deportasi lantaran masuk didaftar tangkal.

“Ya untuk pengamanan, kami sudah tingkatkan,” tuturnya, sebagaimana dilansir Radar Bali, Sabtu (23/3/2019).

Berikut ini 5 kasus perampokan dan pembobolan ATM di Bali yang didalangi WNA:

1. Geng Rusia Rampok Money Changer

Tim gabungan sukses menangkap tiga pelaku perampok money changer (MC) BMC milik PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama Nomor 36 XY, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

Satu pelaku tewas didor aparat kepolisian. Perampok tewas itu diketahui bernama Alexsei Karotkikh (44).

Sementara dua lainnya ditangkap hidup-hidup. Masing-masing Georgii Zhukov (40) dan Robert Haupt (42). Sementara sisanya masih buron dan dalam tahap pengejaran aparat kepolisian.

Kepada penyidik, Georgii Zhukov mengakui telah melakukan aksi perampokan bersama teman-temanya dari Rusia.

2. Lima WNA Bulgaria Ditangkap

Lima Warga Negara Bulgaria tertangkap melakukan pencurian uang nasabah Bank di Bali dengan cara skimming dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kelima warga negara asing (WNA) asal Bulgaria itu yakni Ivaylo Filipov (44), George Jordanov (47), Todor Krasimirov (21), Andrey Iliev (42), dan Varadin Nikolaev (39).

Mereka tiba di Bali sejak awal tahun 2018 dengan waktu kedatangan berbeda-beda. Selama di Bali, mereka telah melakukan kejahatan beberapa kali. Namun aksi mereka berhasil diungkap polisi dan ditangkap pada awal Februari 2019.

3. WNA Bulgaria Bobol ATM

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria, Vassil Kirilov alias Bakarskyida (47) ditangkap polisi di Bali, Minggu (17/3/2019) pukul 07.00 Wita.

Kirilov menjadi tersangka kasus skimming atau pembobolan ATM bank senilai Rp 50 juta.

Peristiwa itu bermula dari transaksi mencurigakan pada Jumat (15/3) pukul 06.25 Wita. Ia melakukan penarikan sebanyak 5 kali dengan nilai Rp 10 juta.

Dari kecurigaan tersebut, polisi melakukan pengecekan pelat motor yang ternyata palsu.

Setelah diintai sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan polisi di sekitar ATM di dekat SPBU Gunung Soputan, Denpasar. Pelaku berhasil ditangkap pada Minggu (17/3).

4. Empat WNA Rumania Bobol ATM

Tim gabungan dari Subdit Siber Ditreskrimum dan Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali berhasil menangkap empat orang pelaku skimming berkebangsaan Rumania di Hotel Ozz, Jalan Kubuanyar, Kecamatan Kuta, Badung, pada Rabu (13/3) sekitar pukul 02.00 Wita.

Keempat pelaku transnational crime organized itu terdiri dari tiga orang laki-laki dan seorang perempuan, yakni Alisa Sardaru (28), Sorin Velcu (34), Alin Serdaru (30), dan Sorinel Miclescu (28).

5. WNA Turki Bobol ATM

Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Turki ditangkap karena membobol ATM di Bali, tepatnya di Minimarket Canggu Mart Jalan Batu Mejan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung Bali.

Ketiga pelaku yakni Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31) dan Tayfun Koc (36).

Mereka ditangkap pada Jumat (9/3) dini hari saat akan mengecek ATM tempat mereka menaruh alat skimmer.

“Walaupun dia warga negara asing, kita proses di sini. Kita proses sesuai hukum Indonesia,” tegas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (13/3).

(rb/dre/mus/pojoksatu)