Begini Cara Kerja Kerabat Prabowo Membobol ATM

Skimming ATM
Skimming ATM

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi terus mendalami kasus skimming atau pembobolan ATM yang dilakukan kerabat jauh Prabowo bernama Ramyadjie Priambodo. Diketahui, total pembobolan yang dilakukan Ramyadjie sudah 91 kali pembobolan ATM.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, sebelum tersangka melakukan aksinya, biasanya RP mencari data nasabah melalui jejaring daring.

“Tersangka RP ini kan dia pakai Deepweb atau black market online. Dia itu tukar menukar informasi berkaitan dengan nomor rekening, password dan Pin,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/3).

Setelah data dan nomor pin korban didapat, kata Argo, RP mengambil uang korban menggunakan kartu ATM polos yang telah dimodifikasi.


Dalam sekali penarikan, RP biasanya mengambil uang dengan jumlah penarikan maksimal.

“Tentunya itu ada batas-batasnya untuk pengambilan lewat ATM. Artinya tidak sama semua, bisa digunakan untuk mengambil ATM, misalnya sekali penarikan maksimal Rp 10 juta,” jelasnya.

Kendati demikian, Argo belum bisa merinci secara detail jumlah uang dari hasil kejahatan yang dilakukan kerabat jauh Prabowo tersebut.

Yang jelas, lanjut Argo,  mesin ATM yang ditemukan di kamar RP, pelaku mengaku mendapatkannya dari seorang temannya.

“Untuk semwntara ini kerugian pihak perbankan mengalami kerugian tercatat masih sekitar Rp 300 juta,” ungkapnya.

“Tapi sampai sekarang dia belum menyebutkan dari siapa (nama temannya). Kita msh ingin tetap menggali terus dari siapa, alamat dimana, di kota apa,” paparnya.

Diketahui, Ramyadjie ditangkap pada akhir Februari 2019 lalu. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban pada 11 Februari lalu.

Selain kabar penangkapan, beredar pula informasi bahwa uang yang didapat dari membobol ATM BCA itu mengalir ke ormas Tidar dan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah hal itu.

“Bahwa kemudian uang mengalir ke Tidar dan ke Pak Hashim, itu kami konfirmasi seratus persen tidak benar. Itu hoax,” kata Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.

(fir/pojoksatu)