Polisi Sita Mesin ATM dan Kerudung Dari Dalam Kamar Ramyadjie Priambodo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan penangkapan tindak kejahatan Skimming ATM atau pembobolan Anjungan Tunai Mandiri. Tersangka berinisial RP  sendiri ditangkap pada 26 Februari 2019 lalu.


“Jadi gini Polda Metro Jaya terima laporan yang masalah skimming itu banyak.  PMJ terima laporan itu hal yang biasa bukan istimewa ya, itu biasa menerima laporan,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Diketahui, tersangka yang berinisial RP adalah Ramyadjie Priambodo yang diduga adanya hubungan keluarga (keponakan ) dengan calon presiden 02 Prabowo Subianto. Namun, Argo sendiri tak berani mengungkap silsilah keluarga tersangka.

Pasalnya, hal tersebut bukan merupakan ranah penyidik melakukan proses penyelidikan.


“Polisi enggak kesana (silsilahnya),” tutur Argo.

Pria berumur 37 tahun itu di tangkap di salah satu Apartemen di Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan. Pada saat dilakukan penggeledahan di kamar apartemen tersebut ditemukan beberapa barang bukti berupa mesin ATM, 2 kartu ATM dari salah satu Bank Nasional, laptop, HP, krudung, dan ada 2 kartu putih itu yang ada isi datanya nasabah

“Dilakukam penyelidikan penyidik menemukan ATM di kamarnya. Jadi infonya sedang dipelajari sistem mekanisme ATM seperti apa,” tuturnya.

Tak hanya itu, barang bukti berupa krudung itu ternyata digunakan pelaku untuk melalukukan penyemaran tindak kejahatan skimming.

“Jadi kerudung seperti hijab, digunakan tersangka saat mengambil beraksi. Dia menggunakan berhijab layaknya perempuan sehingga kalau diliat dari CCTV seperti perempuan,” tutup Argo.

Diketahui, kabar penangkapan Ramyadjie ditulis oleh portal www.portal-indonesia.com. Tautan dan tulisan berjudul “Terungkap: Keponakan Prabowo Diringkus Polda Metro Jaya Karena Membobol Bank”

Selain kabar penangkapan, beredar pula informasi bahwa uang yang didapat dari membobol ATM itu mengalir ke ormas Tidar dan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah hal itu.

“Bahwa kemudian uang mengalir ke Tidar dan ke Pak Hashim, itu kami konfirmasi seratus persen tidak benar. Itu hoaks,” kata Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.

(fir/pojoksatu)