Perampokan Sadis di Pondok Gede, Korban Disayat Paha Hingga Wajah

POJOKSATU.id, JAKARTA- Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang pelaku pemerasan berinisial NZ (25). Pelaku yang berpura-pura sebagai supir taksi online itu ditangkap di kawasan Pondok Gede.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, awalnya korban yang berinisial GK (27) memesan taksi online dari Kemang, Jakarta Selatan menuju rumahnya di Bekasi. Namun sesampainya di tol Jatiwarna, pelaku memberhentikan mobilnya dan mengancam korban menggunakan cutter.

“Kemudian sopir itu menyiapkan cutter dan mengancam korban. Karena menolak,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/3).

Karena korba sempat memberontak, pelaku pun melakukan aksinya kejamnya dengan menyayat wajah, paha, dan tangan korban dengan pisau cutter tersebut


“Paha dan wajah korban disayat dan sobek, akhirnya korban menyerahkan uang Rp104 ribu, jam tangan dan ATM,” paparnya.

Tidak berhenti di situ, dalam keadaan tangan tersayat, pelaku mengancam korban agar mengambil uang milik korban yang berada di ATM.

“Pelaku kembali berhasil menggondol uang korban senilai Rp 4,4 juta,” tutur Argo.

Pelaku yang berprofesi ojek online itu sempat mengantar korban ke Rumah Sakit Pondok Kopi.

“Pelaku sempat diantar dan langsung ditinggal,” ungkap Argo.

Atas kejadian ini, korbanpun melapor ke Polsek Pondok Gede.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung memburu pelaku dan berhasil menangkapnya di rest area. Saat ditangkap, pelaku mencoba kabur dan akhirnya polisi menembak pelaku di bagian kaki.

“Maka, kita melakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki. Sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ungkap Argo.

Dalam kasus ini polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan korban, diantaranya ATM pelaku, satu unit mobil Daihatsu Xenia, cutter dan uang Rp 1,9 juta. Selain itu, sebuah jam tangan merk Guess dan dua buah ponsel juga turut disita.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

(fir/pojoksatu)