Romi Ditangkap KPK, Mbah Moen Usulkan Sosok Ini Jadi Plt Ketua PPP

Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair (Gunawan Wibisono/JawaPos.com), Romahurmuziy, suharso monoarfa
Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tertangkapnya M Romahurmuziy alias Romi menjadikan posisi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lowong. Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen pun mengusulkan satu nama untuk jadi pelaksana tugas (Plt) ketua umum partai berlogo Kakbah tersebut.

Sosok yang diusulkan Mbah Moen adalah Suharso Manoarfa. Ia menilai Suharso menjadi figur yang tepat untuk mengisi kekosongan jabatan karena Romi tersangkut kasus suap dalam seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

BACA JUGA: DPW PPP Jabar Rapat Mendadak Bahas Kasus Romi, Ini Hasilnya

“Saya setuju kalau Pak Suharso jadi Plt, wakil-wakil ketua ‎menjadi wakil ketua umum sebagaimana waktu dulu Rommy,” ujar Mbah Moen di DPP PPP, Jakarta, Sabtu (16/3).

Mbah Moen mengatakan, alasan dirinya memilih Suharso Manoarfa karena saat ini yang bersangkutan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK).


“Suharso kan punya jabatan tinggi sebagai penasihat presiden dan pemilu ini tetap tenang,” katanya.

M Romahurmuziy. FT/RMOL
M Romahurmuziy. FT/RMOL

Sementara itu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat melakukan rapat internal pasca ditangkapnya Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy alias Romi di Surabaya, Jawa Timur.

BACA JUGA: 4 Penumpang Helikopter Jatuh di Tasik Kini Dirawat di RS SMC Singaparna

Ketua DPW Jawa Barat, Ade Yasin mengatakan, rapat dan konsolidasi internal menghasilkan lima point.

Pertama, DPW PPP Jabar memandang bahwa OTT KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy di Surabaya 15 Maret 2019 merupakan musibah bagi PPP.

Karena itu, DPW PPP Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pengurus PPP di semua tingkatan (DPC, PAC, PR), kader, caleg, konstituen PPP, dan kepada masyarakat Jawa Barat

Kedua, DPW PPP Jabar menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK dan tetap komitmen dalam pemberantasan korupsi, sesuai dengan komitmen PPP sebagai pelopor lahirnya KPK.

Ketiga, mendukung dan merespon cepat langkah DPP PPP dalam menyikapi konstelasi yang terjadi.

BACA JUGA: Korban Helikopter Jatuh Berjumlah Empat Orang, Ini Dia Korbannya

Keempat, menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PPP Jawa Barat di setiap tingkatan kepemimpinan untuk tetap solid dan semnagat dengan melaksanakan konsolidasi partai, serta terus bergerak meraih simpati rakyat untuk menghadapi Pemilu 2019.

Kelima, menyeruhkan kepada seluruh struktur partai, caleg dan kader seluruh Jawa Barat untuk tetap terus berdoa dan berikhtiar dengan melakukan konsolidasi untuk seksesnya pemilihan lehgislatif dan Pemilihan Presiden 17 April 2019.

“PPP Jawa Barat tetap tegar dan semangat melakukan konsolidasi baik struktur maupun caleg,” tandas Ade Yasin.

(jpg/fat/pojoksatu)