Horee..Akhir Maret Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

ranukumbolo gunung semeru/pojoksatu.id/dhe

POJOKSATU.id, JATIM- Sejak awal tahun kemarin, jalur pendakian Semeru memang ditutup. Namun, bukan berarti kawasan pendakian di Pos Resort Ranupani sepi. Buktinya, di hari-hari biasa masih banyak didatangi sejumlah komunitas pecinta alam.

Rencananya, jalur pendakian bakal dibuka kembali pada akhir Maret ini, selepas pengecekan jalur dan cuaca ekstrem. Di hari-hari biasa, terutama di hari libur, kawasan Resort Ranupani masih tetap jadi liburan sejumlah komunitas. Mereka ada yang bertahan di pos, ada pula yang berada di pintu jalur pendakian Ranupani.

Pantauan Radarjember.id (grup jawa pos), tidak ada pendakian di lokasi. Namun, mereka yang berkerumun dan berkumpul di sana sekadar kongkow-kongkow dan berswafoto. Contohnya di pintu jalur pendakian. Di sana, tak sedikit muda-mudi yang berswafoto. Pemandangan seperti itu tak jarang ditemukan hingga kemarin.

Menurut informasi yang didapat Radarjember.id dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), jalur pendakian yang ditutup pada 4 Januari lalu bakal dibuka kembali akhir bulan ini. Namun, masih menunggu hasil rapat koordinasi semua pemangku kebijakan.


Syarif, Humas Balai Besar TN BTS menjelaskan, nanti akan ada rapat koordinasi dulu. “Leading sector-nya di bidang II. Dengan stakeholder yang ada di bidang 2 Kecamatan Senduro. Rencananya, sebagaimana hasilnya dan keputusannya ditunggu setelah rakor nanti,” katanya.

Informasinya, memang dia mendapatkan kabar jika akhir bulan ini akan dilakukan koordinasi. Dalam koordinasi itu akan diputuskan bakal dibuka atau masih butuh waktu lagi dibukanya jalur pendakian di Semeru.

Pihaknya mengakui bahwa penutupannya jalur pendakian mulai 4 Januari 2019 kemarin karena banyak hal. Selain untuk pemulihan ekosistem, juga untuk menjaga kawasan karena memasuki cuaca ekstrem sampai Maret ini.

Nantinya, sebelum rakor, akan ada pengecekan jalur. “Pengecekan jalur dulu untuk melihat bagaimana kondisinya, bagaimana hasilnya, nanti disampaikan di rakor, keputusannya juga ada di rakor itu,” jelasnya.

Dibukanya jalur pendakian tertinggi di Pulau Jawa ini menurut dia juga bergantung rakor tersebut. “Nanti yang pengecekan jalur akan melibatkan sejumlah pihak. Selain TN BTS, juga melibatkan polentir server dan unsur lainnya yang terlibat pengecekan. Baru jika disimpulkan aman dan bisa dibuka, maka diputuskan untuk dibuka jalur pendakiannya,” pungkasnya.

(dhe/pojoksatu)