Laporkan Bos Oppo ke Polisi, Sales Tak Takut Dipecat

Terasi, sales oppo
Terasi

POJOKSATU.id, TUBAN – Gemilang Indra Yuliarti nekat melaporkan atasannya ke polisi. Ia melaporkan bos Oppo lantaran memberian hukuman tak manusiawi kepada para salesnya.


Gemilang melaporkan supervisor dan trainer PT. World Innovate Telecomunication (WIT) ke Unit IV Satreskrim Polres Tuban dengan harapan mencari keadilan dan memutus rantai hukuman di dunia kerja.

Gemilang yang merupakan Sales Oppo ini tahu betul konsekuensi dari laporannya ke polisi. Namun niatnya sudah bulat. Ia pun pasrah jika kelak dia disanksi atau dipecat karena perlawannya.


Gadis berambut panjang ini mengaku beberapa kali mangkir dari hukuman tak manusiawi yang dijatuhkan Dwi Prawoto Hadi, supervisornya.

Ketika teman-teman sekerjanya menjalani hukuman karena tak memenuhi target, Gemilang memilih cuek dan tidak menjalani hukuman apa pun yang diinstruksikan melalui grup media sosial timnya.

“Saya melawan hukuman tak manusiawi itu,” tegas Gemillang yang mengaku mempunyai pertimbangan matang atas perlawanannya.

BACA: Sales Oppo Dihukum Kunyah Terasi sampai Muntah Gara-gara Tak Capai Target

Gemilang mengatakan, perlawanannya terhadap peraturan yang melanggar hak asasi manusia (HAM) itu dimulai sejak November 2018.

Saat itu, dia yang mulai tak betah dengan perlakuan atasannya mengeluh ke Hari Cahyono, pamannya yang juga pengacara di Mojokerto.

Saat itu, pamannya mendorong untuk lapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur.

“Orang disnaker bilang ke saya, kalau dihukum tidak wajar diabaikan saja,” kata dia menjelaskan latar belakang keberaniannya untuk melawan.

Sejak konsultasi dengan petugas Disnakertrans Jawa Timur, Gemilang nyaris tak pernah menaati hukuman-hukuman yang diberikan.

BACA: 2 Tahun Dihukum Kunyah Terasi, Sales Oppo Lapor Polisi 

Gemilang pun mengaku sering mendapat gunjingan dari teman kerjanya karena hanya dirinya yang berani melawan.

Sebagian sales lain yang tak berani melawan tetap menjalani hukuman jika tak tembus target.

“Saya berharap perlawanan saya ini bisa memutus rantai hukuman agar tidak dianggap sebagai budaya yang wajar,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (Dinas PTSP dan Naker) Tuban, Waiono mengatakan, perpeloncoan di dunia kerja tidak dibenarkan.

Waiono menyayangkan perpoloncoan yang dialami tim marketing Oppo di Tuban dan sekitarnya.

Dia berharap korban yang dirugikan melapor agar perpeloncoan dunia kerja bisa dihapuskan.

“Kekerasan dunia kerja tidak dibenarkan. Korban yang merasa dirugikan harus membuat laporan ke kami, baru bisa diproses,” tegas Waiono, sebagaimana dilansir Radar Tulung Agung, Kamis (28/2/2019).

Sebelumnya diberitakan, para sales Oppo di Tuban Jawa Timur mendapat hukuman tak manusiawi dari supervisor dan trainer smartphone yang bernaung di bawah PT World Innovate Telecomunication (WIT).

Sales mendapat hukuman bervariasi jika tak memenuhi target penjualan. Hukumannya mulai lari belasan kilometer, makan pare mentah, belimbing wuluh, jeruk nipis, cabai, bawang putih dan garam. Bahkan ada yang dihukum kunyah terasi sampai muntah.

Hukuman tidak mendidik itu diberlakukan untuk seluruh sales Oppo atau bagian pemasaran yang tidak memenuhi target penjualan.

Sanksi yang diduga dilakukan supervisor dan trainer Oppo terhadap puluhan sales di wilayah Tuban dan sekitarnya itu berlangsung sejak dua setengah tahun terakhir.

Kasus ini baru terungkap setelah Gemilang Indra Yuliarti, salah satu korban hukuman tak manusiawi itu melapor ke Unit IV Satreskrim Polres Tuban, Selasa, 26 Februari 2019.

(bj/ds/yud/yan/min/jpr)