300 Ribu Honorer K2 Jadi Sampah Negara, Harus Diselamatkan

Prabowo disambut ratusan ribu warga di Pamekasan Madura, honorer k2
Prabowo disambut ratusan ribu warga di Pamekasan Madura. (Twitter/@LisaAmartaTara)

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang baru saja dilakukan pemerintah belum mengakomodir ratusan ribu honorer kategori dua (K2). Mereka harus diselamatkan, jika tidak akan jadi sampah negara.

Demikian disampaikan Koordinator Daerah Forum Hononer K2 Indonesia (FHK2I) Pamekasan Madura Maskur saat bertemu dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Hercules Orasi di Ruang Sidang: Hukum Harus Diluruskan, Saya Ini Pemberani, Bukan Penakut!

Pertemuan yang terjadi saat Prabowo ke Madura itu dimanfaatkan Maskur untuk menyampaikan aspirasi seluruh honorer.

“Alhamdulillah Pak Prabowo bisa bertemu dengan perwakilan pengurus honorer se-Madura dan seluruh Honorer Kabupaten Pamekasan. Pertemuan di Hotel Front One yang langsung dipimpin saya sendiri,” kata Maskur dikutip dari JPNN, Kamis (28/2/2019).


Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, seluruh honorer menyatakan sikap dan deklarasi mendukung Prabowo sebagai presiden dan Sandiaga, wakil presiden.

“Kami juga menyampaikan agar Pak Prabowo menyelamatkan honorer se-Indonesia sebagai aset bangsa. Kami juga minta untuk diakomodir sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam percepatan revisi Undang Undang ASN. Khususnya honorer K2 untuk menjadi PNS tanpa batasan usia dan kualifikasi ijazah,” bebernya.

BACA JUGA: Spanduk Prabowo-Sandi Sambut Munas NU 2019

Maskur juga meminta ada perlindungan hukum dan jaminan kesejahteraan bagi seluruh honorer. Mengingat dalam 4,5 tahun pemerintahan saat ini seluruh honorer se-Indonesia yang jumlahnya sangat besar, belum tersentuh sama sekali perhatiannya dari pemerintah pusat terutama nonkategori.

“Honorer K2 yang tidak bisa ikut seleksi CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) masih mencapai sekitar 300 ribu lebih akan menjadi sampah negara sehingga harus diselamatkan,” tegasnya.

Maskur menyebut pemerintah saat ini yang sudah berjalan 4,5 tahun tidak mampu menyelesaikan masalah honorer K2. Pemerintah telah ingkar janji kepada honorer K2. Ini yang menjadi alasan utama seluruh honorer K2 mendukung Prabowo.

(jpnn/fat/pojoksatu)