Neno Warisman Tidak Boleh Dipecat Prabowo-Sandi, Ini Bahayanya

Neno Warisman membacakan doa puisi di panggung Munajat 212
Neno Warisman membacakan doa puisi di panggung Munajat 212

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Neno Warisman dinilai telah melakukan blunder dengan puisi doanya di malam munajat 212 lalu. Puisi yang membuat simpati masyarakat terhadap pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno turun.


Penilaian tersebut disampaikan Pengamat Politik Ujang Komarudin. Dia menyarankan, Prabowo -Sandiaga menegur tim sukses yang melakukan blunder politik. Termasuk ke Neno yang berlebihan dalam berpolitik.

BACA JUGA: Mogok Kerja Tuntut Gaji Naik, Karyawan Malah Diangkut Brimob ke Polres

“Saya rasa harus menegur. Menegur untuk membangun komitmen bersama (menangkan Prabowo-Sandiaga),” kata Ujang dikutip dari JPNN.com.


Menegur Neno menjadi langkah terbaik bagi kubu 02 demi menjaga wibawa pasangan Prabowo-Sandi. Namun, pasangan yang diusung Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN itu tidak boleh memecat Neno.

Peserta Munajat 212 di Silang Monas
Peserta Munajat 212 di Silang Monas

“Kalau mencopot, saya kira tidak perlu. Karena nanti jadi polemik di internal tim sukses,” ungkap pria yang juga menjabat Direktur Indonesia Political Review ini.

Ujang mengatakan, puisi yang disampaikan Neno berpotensi mengaburkan iman umat. Puisi Neno juga berpotensi membangun ketegangan karena perbedaan politik.

BACA JUGA: Fasilitasi Munajat 212, Forum Ukhuwah Imam Jakarta Ungkap Deretan Bukti MUI DKI Tak Netral

“Beda pilihan boleh, jangan sampai membangun konstruksi berpikir yang membangun ketegangan di masyarakat. Karena itu menegur jalan terbaik agar blunder tidak terus terjadi bagi pasangan capres-cawapres nomor 02,” pungkasnya.

Sebelumnya, puisi kontroversial dibacakan Neno Warisman ketika menghadiri acara Malam Munajat 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Dalam salah satu potongan puisi doa ibu tiga anak, mengaku khawatir masyarakat tak menyembah Tuhan jika capres yang diusungnya tidak menang pada Pilpres 2019.

“Namun, kami mohon jangan serahkan kami pada mereka yang tidak sayang pada kami dan anak cucu kami. Jangan kau tinggalkan kami. Menangkan kami. Karena jika engkau tak menangkan, kami khawatir, ya, Allah, kami khawatir, ya, Allah, tidak ada lagi yang menyembahmu, ya, Allah. Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin oleh pemimpin terbaik dengan pasukan terbaik untuk negeri adil dan makmur terbaik,” ucap Neno membacakan puisinya.

(jpnn/fat/pojoksatu)