Begini Transaksi Jalur Laut Sindikat Narkoba Malaysia Masuk Ke Indonesia

ILUSTRASI Sabu 1 ton yang diangkut dalam kapal Sunrise Glory. Foto ist JawaPos.com
ILUSTRASI Sabu 1 ton yang diangkut dalam kapal Sunrise Glory. Foto ist JawaPos.com

POJOKSATU.id, BANDUNG- Sindikat pengedar narkoba asal Aceh berhasil diungkap BNN, senin (25/2) kemarin.


Deputi penindakan dan pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan bahwa sindikat ini kerap menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia.

“Jalurnya lewat laut mereka ini, bahkan penyerahan barang dari bandar asal Malaysia itu ditengah laut,” jelas Irjen Pol Arman Depari usai peresmian kantor BNNP Jabar, Selasa (26/2).

Irjen Pol Arman Depari menambahkan, bahwa jalur laut dianggap aman bagi bandar narkoba.


“Mereka ini dari Malaysia lewat Langkawi, kemudian dibawa pakai kapal kemudian serah terima ditengah laut. Kemudian dibawa ke kapal kapal kecil, masuk lewat sungai yang disebut Palu Palu,” jelasnya.

Setelah lewat Palu-Palu itu, lalu barang ini dijemput untuk disimpan di tempat terpencil.

“Di tempat terpencil barang disimpan, baru dijemput untuk dibawa ke kota,” jelasnya.

Hasil pengungkapan di Aceh tersebut, sebanyak 10 kg sabu diamankan.

“Kami tidak mempermasalahkan banyak atau tidak, pelaku ini sindikat jaringan narkoba. Mereka berupaya melarikan diri dan melawan petugas ya kita tindak tegas,” jelasnya.

Untuk pelaku yang diamankan, Arman tak merinci berapa persisnya.

“Pelaku cukup banyak, saya tidak ingat berapa pelakunya, 10 orang kemungkinan,” jelasnya.

Arman menanmbahkan, selain 10 kg sabu, BNN juga berhasil mengungkap 50.000 butir ekstasi.

“Ada keterkaitan dengam yang 10 kg sabu di Aceh, nanti kami ungkap 50.000 butir ekstasi berhasil diamankan, besok akan dirilis kepala BNN di Jakarta,” kata Irjen Pol Arman Depari.

(arf/pojoksatu)