Aksi Sapu Bersih, Aliansi Masyarakat Papua Ingatkan KPK dari Syahwat Politik

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga mengkriminalisasi Gubernur Papua Lukas Enembe terus menuai protes.


Kali ini Aliansi Masyarakat Papua (AMP)  kembali  membela Lukas Enembe, dengan cara menggelar aksi unjuk rasa di Gedung KPK RI dengan cara menyapu sampah, di halaman Gedung KPK dengan menggunakan sapu lidi.

Hal ini dilakukan sebagai simbol membersihkan pengaruh jahat kepada KPK, serta membersihkan syahwat politik dan nafsu kekuasaan yang tak selaras dengan nafas KPK itu sendiri.


“KPK jangan jadi alat politik tertentu. KPK harus netral tidak boleh terpengaruh suruhan politik dalam bekerja. Seharusnya KPK meski mendukung penuh kinerja Lukas Enembe dalam membangun tanah Papua. Bukan melakukan hal hal diluar koridor hukum dan membunuh karakter pemimpin yang bijak,” kata Koordinator aksi Otis Iryo di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Menurut Otis, OTT yang akan dilakukan KPK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu malam (2/2) itu merupakan skenario tersetruktur terhadap Lukas Enembe.

Karena itu, masyarakat Papua mendesak Agus Rahardjo cs segera meminta maaf terhadap seluruh rakyat Papua.

“Kami lakukan aksi solidaritas mendukung Bapak Lukas Enembe, dan mendesak KPK menghentikan segala bentuk OTT yang terskenario, terstruktur dan sistemastis terhadap Gubernur Papua,” terang Otis.

Apalagi, lanjut Otis, Lukas Enembe bukanlah sosok Gubernur korup. Untuk itu, lembaga anti koruptor harus stop putar balikkan fakta yang menimbulkan opini dan pemahaman yang salah di masyarakat.

“Bila perlu bentuk pansus, untuk tindak lanjuti operasi tak profesional KPK. Waspadai faksi-faksi didalam internal KPK yang berupaya melakukan pembunuhan karakter terhadap Lukas Enembe,” pungkasnya.

(fir/pojoksatu)