Baliho Jokowi PKI Dicopot, Ini Kata Panwaslu

Baliho Jokowi PKI di Lampung
Baliho Jokowi dicoreti tulisan PKI di Lampung. (Repro)

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Panwaslu Rawajitu Timur akhirnya mencopot baliho Jokowi dan Ma’ruf Amin yang dicoreti tulisan PKI.


Baliho tersebut awalnya dipasang di lahan kosong di Kecamatan Rawajitu Timur dan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung.

Baliho Jokowi dan Ma’ruf Amin itu dicoret memakai pilox warna merah. Pelaku menuliskan PKI dan tanda silang di baliho tersebut.

Selain berisi gambar Jokowi-Ma’ruf, baliho itu memuat logo PDI Perjuangan serta ikon petahana, Indonesia Maju.


Di samping kiri gambar pasangan calon kepala negara pada alat peraga kampanye (APK) tersebut, ada foto Dedi Afrizal, calon anggota legislatif yang juga Ketua DPRD Provinsi Lampung.

Baliho Jokowi PKI di Lampung
Baliho Jokowi dicoreti tulisan PKI di Lampung. (Repro)

Dedi Afrizal yang Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Lampung, membenarkan adanya pengrusakan baliho tersebut. Dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bawaslu dan Polres Kabupaten Tulangbawang, Jumat (23/2).

Ketua Panwaslu Rawajitu Timur, Siswono bersama anak buahnya langsung mendatangi lokasi dan menurunkan baliho tersebut.

“Ada sanksi pidana terhadap siapa yang mencoret-coret karena termasuk mencemarkan nama baik,” kata Siswono, Sabtu (23/2).

Baliho Jokowi PKI di Lampung
Baliho Jokowi dicoreti tulisan PKI di Lampung . (Repro)

Menurut dia, sehari sebelumnya, Rabu (21/2), baliho masih bersih. Esoknya, Kamis (22), baliho terlihat sudah ada yang mencoret “PKI” dan tanda silang. “Kemungkinan malam mencoretnya,” katanya.

Ketua Bravo 5 Lampung, Andi Desfiandi, menilai pencoretan “PKI” pada baliho pasangan capres 01 merupakan aksi vandalisme sangat tidak terpuji dan mencederai demokrasi damai serta beradab.

Aksi tersebut tak hanya termasuk pelanggaran pemilu, tapi sudah masuk keranah hukum pidana dan harus diusut tuntas oleh aparat hukum.

Kepada RMOL Lampung, Andi mengatakan tindakan pengecut tersebut harus dihentikan karena sudah masuk kampanye hitam, adu domba, fitnah dan ujaran kebencian. Dia berpesan agar semua pihak menahan diri.

“Kita jangan sampai mencederai pesta demokrasi, mari kita jalani dengan damai dan beradab. Berkampanyelah dengan menyampaikan prestasi, kebaikan dan program dari masing-masing paslon,” relawan Jokowi-Ma’ruf tersebut, Minggu (24/2).

Dia menyatakan salut dengan kesigapan Panwaslu Rawajitu Timur dan Rawajitu Selatan yang dengan cepat mengamankan baleho-baleho tersebut. Yang harus diingat, rakyat sudah mengawasi secara ketat, katanya.

(hms/rmol/pojoksatu)