Ditetapkan Tersangka, Sekda Papua Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Provinsi Papua T.E.A Hery Dosinaen terkait kasus dugaan penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dasar penetapan Hery sebagai tersangka sudah sesuai prosedur penyelidikan. Apalagi beberapa alat bukti sudah terpenuhi.

“Sudah ada alat bukti kemudian ada petunjuk nah disitu, kita tetapkan tersasangka,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2).


Tak hanya itu kata Argo, sebelum gelar perkara, pihaknya juga sudah mengambil keterangan beberapa saksi  yaitu saksi ahli, dan saksi lainnya.

Hal itulah yang menjadi dasar penyidik menetapkan menjadi tersangka.

“Kita sudah punya data. Artinya ada data keterangan saksi, data keterangan ahli dan dari petunjuk. Dan dari penyidik sudah melakukan gelar perkara untuk menentukan status Sekda Papua,” ungkapnya lagi.

Atas penetapan tersangka, Sekda Papua bisa dikenakan pasal Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan itu terungkap setelah salah satu penyelidik KPK bernama Gilang Wicaksono resmi membuat laporan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2/2019).

Aksi penganiayaan itu terjadi saat Gilang dan penyelidik KPK Indra melakukan pengintaian terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Kala itu Gubernur Papua tengah melakukan rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/2) malam.

Pengintaian itu dilakukan karena kedua penyelidik KPK itu sedang mendapatkan tugas untuk menelusuri adanya dugaan korupsi anggaran di Papua.

(fir/pojoksatu)