Prabowo Ajak Salat Jumat Bareng di Masjid Kauman Semarang, Salahnya di Mana?

masjid kauman semarang, prabowo dilarang salat jumat, pilpres 2019
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

POJOKSATU.ID, SEMARANG – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid angkat bicara soal adanya larangan salat jumat di Masjid Agung Kauman Semarang kepada calon presiden, Prabowo Subianto. Menurut politikus PKS itu, takmir masjid harus mengklarifikasi larangan itu.


“Permasalahan ini perlu diklarifikasi secara maksimal,” ujar Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

BACA JUGA: Fadli Zon Sesumbar Prabowo-Sandi Menang 63 Persen, “tetapi Itu Mimpi di Pagi Hari”

Pengurus masjid sebelumnya menyebar rilis yang meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Prabowo menunaikan salat Jumat di Kauman karena khawatir ada tujuan politis.

Kekhawatiran pengurus Masjid Agung Kauman bermula dari beredarnya pamflet ajakan salat Jumat bareng Prabowo di Kota Semarang.


Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid

Ajakan itu, kata Hidayat tidak salah. Sebab seorang tokoh, wajar mengajak atau mengumumkan akan beribadah di mana. Kecuali jika Prabowo akan menjadikan tempat ibadah sebagai arena kampanye.

“Misalnya ada pejabat datang kemudian diumumkan dia akan salat di masjid tertentu gitu ya, yang dipentingkan adalah bahwa tidak terjadi kampanye,” tutup politisi senior ini.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Dilarang Salat Jumat di Semarang, BPN: Ini Ada yang Politisasi

Diberitakan sebelumnya, warga Semarang dibuat heboh dengan beredarnya rilis ralangan salat jumat oleh Takmir Masjid Agung Semarang KH. Hanief Ismail. Larangan itu ditujukan kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said sangat menyayangkan adanyaadanya larangan terhadap Prabowo yang akan melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid di Kota Semarang.